Rabu, 31 Juli 2013

Renungan Harian: Sabtu, 03 Agustus 2013

Renungan Harian: Sabtu, 03 Agustus 2013

Im 25:1.8-17;  Mat 14:1-12

 

Menjadi Yohanes di Zaman ini

 

Yohanes adalah seorang nabi yang berani. Dia tidak takut menegur Raja Herodes yang mengambil keputusan yang fatal, yakni mengambil Herodias, istri Filipus. "Tidak halal engkau mengambil Herodias,” kata Yohanes. Bagi Yohanes kebenaran dan kebaikan harus disuarakan walaupun harus menghadapi konsekuensi yang berat dan bahkan pembunuhan.

Dalam kehidupan bermasyarakat pun sering banyak keprihatinan dan penyimpangan yang terjadi. Kebenaran disalahkan, yang salah dibenarkan. Keadilan dilanggar, rumah tangga orang dirusak, orang kecil ditindas, kekayaan bangsa disalahgunakan dan keuntungan diperoleh dengan cara yang tidak halal: mencuri, korupsi, menipu, dan membodohi.

Dewasa ini semangat Yohanes Pembaptis sangat perlu dihidupkan kembali, untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Untuk membuka aib serta kebusukan yang ada. Melalui Injil hari ini kita diajak untuk meneladani Yohanes Pembabtis. Beranikah kita? Untuk itu, mari kita mulai dari keluarga kita! Bisa saja apa yang terjadi di istana Herodes juga terjadi di dalam keluarga kita. Di tempat tugas dan di tengah-tengah masyarakat juga kita harus berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Begitu banyak orang yang suka korupsi, berjudi, main perempuan, mabuk-mabukan, penindasan orang kecil yang tidak berdaya, mendewakan kenikmatan dunia dan kekerasan. Beranikah kita menjadi Yahanes di zaman ini? (AP)

 

Pelita Hati: Di tempat tugas dan di tengah-tengah masyarakat kita harus berani menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar