Selasa, 15 Mei 2012

Renungan Harian: Minggu 20 Mei 2012

Renungan Harian: Minggu 20 Mei 2012

Yoh 17:11b-19

Dalam perjamuan makan terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku....

 

SALING MENDOAKAN

Orangtua selalu mendoakan agar anak-anaknya tetap menjaga hubungan baik dan kesatuan di antara mereka terutama saat mereka akan pergi untuk beberapa lama. Orangtua tidak ingin anaknya tercerai berai, tetapi sebaliknya tetap bersatu.

Tema Injil hari ini ialah Yesus mendoakan para pengikut-Nya. Yesus tidak ingin para murid-Nya tercerai berai. Maka Yesus berdoa, Bapa yang suci, jagalah mereka dengan kekuasaan nama Bapa, yaitu nama yang sudah Bapa berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Bapa dan Aku satu. Sungguh indah doa Yesus ini. Ia berdoa kepada Bapa-Nya supaya kesatuan para murid-Nya tetap terjaga, sama seperti kesatuan-Nya dengan Bapa-Nya selalu abadi.

Doa, bagi kita orang Kristen, kita yakini menjadi "lem" pemersatu kita. Maka ketika seseorang akan bepergian, ia selalu mengatakan, "Mohon doanya ya!" Hal lain nyata saat seorang yang sakit akan dioperasi, permintaan yang sama pun selalu terucap.

Injil hari ini mengisahkan suatu nilai yang sangat luhur bahwa Yesus tetap peduli akan hidup kita. Ia tidak ingin kita terpisah satu sama lain sebagai orang Kristen. Kesatuan yang diharapkan dan didoakan-Nya kepada para murid, juga berlaku untuk kita semua orang Kristen. Maka mari kita juga mengikuti teladan Yesus, saling mendoakan di antara kita, supaya kesatuan kita sebagai orang Kristen, tetap terjaga dan abadi (YIS).

 

Pelita Hati: Doa menjadi "lem" pemersatu bagi setiap orang Kristen dalam kesatuannya dengan Allah.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Renungan Harian: Sabtu 19 Mei 2012

Renungan Harian: Sabtu 19 Mei 2012

Yoh 16:23b-28

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa."

 

DOA DAN KASIH

Injil hari ini merupakan kelanjutan dari Injil kemarin. Yesus melanjutkan kata-kata peneguhan-Nya kepada para murid. Dua poin yang perlu kita dalami di sini yakni doa dan kasih. Keduanya sangat berhubungan erat. Dikatakan, "Apa saja yang kalian minta kepada Bapa atas nama-Ku, itu akan diberikan Bapa kepadamu. Sampai sekarang kalian belum meminta apa-apa atas nama-Ku. Mintalah, maka kalian akan  menerima, supaya kegembiraanmu sempurna."

Ini menambah pemahaman dan keyakinan kita tentang doa bahwa Allah akan mendengarkan doa-doa kita yang kita haturkan atas nama Yesus, Putra-Nya. Ia tidak pernah mengabaikan permohonan yang datang dari hati yang tulus ikhlas. Inilah janji yang pasti dari Yesus. Ini jugalah menjadi kabar sukacita bagi kita yang sering berharap. Tetapi kendati demikian, kesabaran dalam penantian dan pengharapan itu sangatlah penting. Kedua, dalam kaitan dengan kasih. Yesus menegaskan bahwa Bapa-Nya mengasihi mereka karena itu Allah sendiri yang akan mendengarkan dan mengabulkan permintaan mereka karena kasih-Nya yang sangat dalam dan besar.

Kita sering kecewa karena merasa doa dan permohonan kita tidak terkabul. Semoga sapaan dan nasihat Yesus pada hari ini menyemangati kita agar jangan pernah berhenti apalagi menyerah. Dia telah berjanji bahwa Doa kepada Bapa atas nama-Nya akan dikabulkan. Namun kembali, kesabaran sangat penting, dan Allah akan memberikan apa yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya (YIS).  

 

Pelita Hati: Allah tidak pernah mengabaikan permohonan yang datang dari hati yang tulus ikhlas.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Renungan Harian: Jumat 18 Mei 2012

Renungan Harian: Jumat 18 Mei 2012

Yoh 16:20-23a

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku."

 

PERJUANGAN YANG  BERBUAH KEMANISAN

Injil hari ini mengisahkan pengalaman manusiawi yang akan dialami oleh para murid, seperti sedih, menderita, meratap, dan menangis. Ini konsekuensi sebagai murid bahwa Dunia tidak menerima bahkan akan membenci mereka. Tetapi Yesus menegaskan bahwa perjuangan sampai akhir dan kesetiaan yang teguh akan mendapatkan ganjaran yang berlimpah yakni, kegembiraan, sukacita. Yesus memberikan suatu pengalaman seorang ibu yang dalam proses melahirkan ia sangat menderita, tetapi ketika proses itu selesai dan ia melihat bayinya, ia sangat bergembira dan melupakan penderitaannya.

Yesus menegaskan suatu perjuangan dan kesetiaan. Berjuanglah senantiasa dan setialah dengan tugas yang diemban. Penderitaan dan tantangan tidak akan sebanding dengan ganjaran kegembiraan dan sukacita abadi yang akan diberikan kelak.

Kadang pengalaman yang dirasakan oleh para murid juga kita alami sebagai orang Kristen. Banyak tantangan yang kita alami sebagai orang Kristen baik dari diri kita sendiri maupun dari orang lain. Kita memang kerap mengalami ujian iman. Dan tidak mustahil penderitaan yang berat akan kita alami. Maka sapaan Yesus pada hari ini juga berlaku untuk kita, berjuang dan setia. Ia telah bersama kita. Siapa yang tetap setia akan mendapat ganjaran, hidup yang kekal dan kebahagiaan abadi (YIS).

 

Pelita Hati: Berjuanglah senantiasa dan setialah dengan tugas yang diemban.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Renungan Harian: Kamis 17 Mei 2012

Renungan Harian: Kamis 17 Mei 2012

Mrk 16:15-20

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga. Lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

PERPISAHAN

Kita barangkali pernah mendengar ungkapan kaum muda, "Kalau ada pertemuan pasti ada perpisahan. Bukan perpisahan yang kutangisi namun pertemuanlah yang kusesali. Atau perpisahan selalu membawa kesedihan."

Momen perpisahan inilah yang kita rayakan pada hari ini, yakni Yesus naik ke Surga. Barangkali para murid dihinggapi beberapa perasaan seperti sedih, kehilangan atau bahkan ketakutan, karena sang Guru tidak lagi bersama mereka. Sebagai murid yang telah hidup bersama dengan Yesus dan mengalami suka duka bersama, perasaan itu sangatlah lumrah dan manusiawi. Tetapi Yesus sudah mensosialisasikan hal ini sebelum kepergian-Nya. Bahkan Yesus menegaskan bahwa Ia tidak akan meninggalkan mereka seorang diri. Ia menjanjikan Roh Kudus, yang akan menemani, membimbing, dan mengarahkan mereka.

Satu poin yang ditegaskan Yesus waktu Ia naik ke Surga ialah perintah kepada para murid untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan kabar gembira. Yesus menghendaki supaya pewartaan jangan stop, tetapi tetap berjalan sebagaimana biasa kendati Ia telah berangkat.

Ada dua pesan sederhana dari peristiwa kenaikan Yesus hari ini. Pertama, Yesus telah naik diiringi dengan sorak sorai, tetapi Ia tidak meninggalkan kita seperti yatim piatu. Kedua, Yesus juga memberi tugas kepada kita untuk mewartakan kabar gembira. Baptisan dan status kita sebagai orang Kristen, memberi tugas dan kewajiban yang sama, "menghadirkan" Kerajaan Allah dengan cara dan status hidup kita. Roh Kudus yang sama akan membantu kita dalam tugas perutusan kita (YIS).

 

Pelita Hati: Baptisan dan status kita sebagai orang Kristen memberi tugas dan kewajiban kepada kita untuk menghadirkan Kerajaan Allah dengan cara dan status hidup kita.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Renungan Harian: Rabu 16 Mei 2012

Renungan Harian: Rabu 16 Mei 2012

Yoh  16:12-15

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran; Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima daripada-Ku."

PERAN ROH  KUDUS

Yesus dalam Injil hari ini kembali menegaskan sebuah wejangan bijak sebelum Ia berangkat kepada Bapa. Ia memberitahu secara khusus peran dari Roh Kudus yang akan datang. Yesus mengatakan, "Kalau Roh itu datang, Dia yang menyatakan kebenaran tentang Allah, kalian akan dibimbingnya untuk mengenal seluruh kebenaran. Roh Kudus itu akan menyampaikan segala sesuatu yang ia terima daripada-Ku." Roh Kudus yang dijanjikan itulah yang akan senantiasa menyertai tugas pewartaan para murid. Karena itu, mereka tidak perlu cemas sebab Yesus tidak akan pernah meninggalkan mereka seorang diri seperti yatim piatu.

Hal yang sama disampaikan Yesus kepada kita. Karena kasih-Nya yang begitu dalam dan besar, Ia tidak pernah meninggalkan kita. Ia selalu peduli dengan hidup dan peziarahan kita. Karena itu, kita tidak perlu takut dan cemas. Roh Kudus yang sama itu juga yang akan senantiasa hadir dan berjalan bersama kita. Roh Kudus itu yang membimbing dan mengarahkan langkah hidup kita. Maka, yang perlu kita lakukan ialah terbukalah akan pendampingan-Nya. Apa yang akan dibisikkan oleh Roh Kudus berasal dari Yesus Kristus (YIS).

 

Pelita Hati: Kita tidak perlu takut dan cemas sebab Roh Kudus senantiasa hadir dan berjalan bersama kita.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Renungan Harian: Selasa 15 Mei 2012

Renungan Harian: Selasa 15 Mei 2012

Yoh 16:5-11

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum."

 

PEMBERITAHUAN TENTANG KEPERGIAN

Ketika orangtua akan pergi ke suatu tempat, mereka akan memberikan nasihat kepada anak-anaknya supaya mereka tetap baik, sehat, kuat, dan bersatu. Ini adalah tanda cinta dan kasih sayang mereka kepada anak-anaknya.

Injil hari ini "mensosialisasikan" kepergian Yesus kepada Bapa. Sebelum Yesus berangkat Ia memberi kata-kata peneguhan bagi mereka supaya tetap berpegang teguh dalam iman. Jangan sedih apalagi takut. Pesan dari pemberitahuan ini, di samping supaya para murid tahu, juga yang terpenting mereka tetap bersatu dan percaya bahwa Yesus tidak akan meninggalkan mereka sendirian.

Yesus mengatakan, "Lebih baik untuk kalian kalau Aku pergi, sebab kalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu". Dia yang dimaksud Yesus ialah Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang akan membimbing dan mengarahkan tugas pewartaan mereka. Jadi, mereka tidak perlu takut.

            Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita, kendati Ia akan berangkat kepada Bapa sebagaimana Injil sosialisasikan. Sebagai ganti-Nya, Ia akan mengutus penolong, pembimbing yang senantiasa setia dalam jalan hidup dan iman kita. Maka kita tidak perlu cemas, apalagi takut. Yesus tetap berjanji akan bersama kita sampai akhir zaman (YIS).

 

Pelita Hati: Jangan sedih apalagi takut sebab Aku akan mengutus penolong dan pembimbing untukmu, Dialah Roh Kudus.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Kamis, 10 Mei 2012

Renungan Harian: Senin 14 Mei 2012

Renungan Harian: Senin 14 Mei 2012

Yoh 15:9-17

Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah  saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata,"Hai, Saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud, tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami, dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya. Dan lagi: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan....

 

KASIH LEWAT PERBUATAN

Pada hari ini kita merayakan Pesta St. Matias. Ia seorang rasul yang telah mempersembahkan dirinya mewartakan kabar gembira dengan menjadi murid Yesus. Ia yang hidup bersama dengan sang Guru, telah mengalami banyak tantangan dan perjuangan, bukan hanya dalam pewartaan, tetapi juga bagaimana ia harus menjadi pengikut sejati Yesus Kristus. Tuntutan dan perjuangan yang sangat berat kerap mewarnai perjalanannya bersama Yesus. Ia menyadari betul pesan Yesus bahwa dengan menjadi murid, ia harus meninggalkan semuanya, bahkan ia akan dibenci oleh dunia.

Namun, St. Matias, mengabaikan ini semua. Cinta-Nya yang besar akan sang Guru dan semangatnya untuk mewartakan kasih, menjadi kekuatan luar biasa yang mampu menggerakkan hatinya untuk menghadapi setiap tantangan. Teladan Yesus menjadi inspirasi yang tak terkira baginya.

Kasih St. Matias adalah "harta" terindah baginya dalam tugas kerasulannya. Ia mengasihi Allah, mengasihi Yesus yang memanggilnya, dan juga mengasihi tugas panggilannya. Kasih itu yang menjadi dasar utama baginya untuk pergi mewartakan kabar gembira. Kasih yang ia lihat dan alami dalam hidup bersama dengan Yesus menjadi inti hidup dan panggilannya.

Sebagai orang Kristen yang hidup dalam suatu komunitas, tentu kita juga mengalami banyak kebahagiaan, kegembiraan, dan kedamaian. Itu adalah buah kasih yang kita terima dari Allah lewat sesama. Maka mari kita mewartakan kasih  itu dengan perkataan dan terutama lewat perbuatan (YIS).

 

Pelita Hati: Buah kasih Allah pada kita adalah kebahagiaan, kegembiraan, dan kedamaian.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.