Sabtu, 28 Januari 2012

IMAN YANG MENYELAMATKAN (Mrk 5:21-43)

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 31 Januari 2012

Mrk 5:21-43

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus di depan kaki-Nya dengan sangat ia memohon kepada-Nya. "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faedahnya, malahan sebaliknya: keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya," Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu. Pada ketika itu Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar ...

 

IMAN YANG MENYELAMATKAN

Percaya, itulah yang utama. Kalau kita percaya pada sesuatu pasti kita menjalankannya. Entah apa pun itu. Dalam segala hal di tengah kehidupan ini dibutuhkan kepercayaan. Jika kita berjalan malam dengan mengendarai sepeda motor atau mengemudikan mobil, banyak jurang yang kita lewati. Tetapi karena kita percaya bahwa kita pasti selamat maka kita berani melaluinya. Demikian pula ketika kita jalan malam sendirian kita percaya bahwa Tuhan akan menyertai kita sehingga kita selamat barulah kita melakukannya. Jadi, kepercayaan itulah yang membebaskan dan menyelamatkan kita.

Dalam Injil hari ini ada dua peristiwa penyelamatan yang terjadi. Peristiwa pertama, yakni penyembuhan wanita sakit pendarahan dan peristiwa kedua adalah menghidupkan anak Yairus.  Kedua keajaiban ini mempunyai maksud yang sama, yakni bahwa dengan  iman kita diselamatkan. Padahal mereka telah melakukan segala daya upaya dalam hal-hal yang insani untuk memperoleh penyembuhan tetapi hasilnya tidak ada. Kehadiran Yesus sungguh-sungguh membawa perubahan dan keselamatan. Dalam keadaan yang tak terduga keselamatan itu datang di tengah-tengah mereka. Mengapa mereka bisa selamat? Karena mereka beriman bahwa dengan campur tangan Yesus semua derita dan penyakit akan disembuhkan. Hal ini sangat jelas dikatakan oleh Yesus: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" (FP).

 

Pelita Hati: "Dengan iman, tiada penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh Yesus"

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

DIRIKU UNTUK SEMUA ORANG (Mrk 5:1-20)

RENUNGAN HARIAN: Senin, 30 Januari 2012

Mrk 5:1-20

Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah kepada-Nya seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, dengan rantai sekalipun! Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantai itu diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu. Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya. Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak, "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, "Siapa namamu?" Jawabnya, "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana, di lereng bukit, sekawanan babi...

 

DIRIKU UNTUK SEMUA ORANG

Tugas Yesus adalah membebaskan mereka yang berada dalam penderitaan tanpa terkecuali. Perhatian Yesus tak luput pada masyarakat Gerasa di Israel. Gerasa bagi orang  Israel merupakan salah satu tempat yang kafir. Di daerah itu penduduk masih tinggal di gua-gua, pemakaman, dan tempat-tempat yang asing seperti babi. Pemikiran orang Israel di sini  pun masih sangat primitif. Yesus tidak menerima pikiran seperti itu sehingga Ia memberantas pemikiran mereka. Yesus mau agar orang-orang yang yang kafir itu juga menerima kedatangan-Nya. 

Kehadiran Yesus di tempat itu membuat roh roh jahat merasa terganggu. Yesus yang penuh kuasa menyuruh roh jahat itu terdiam. Roh-roh jahat itu tidak mampu melawan kuasa Yesus, sehingga roh jahat itu sendiri meminta pertolongan dari-Nya agar orang yang dipenuhi roh jahat itu bebas. Yesus pun mengusirnya dan sungguh luar biasa roh jahat itu tunduk kepada-Nya sehingga mereka semua selamat.  Orang yang tadinya keranjingan roh jahat kini telah dibebaskan, dan mau mengikuti Yesus. Yesus mau agar mereka semua memberitakan kepada orang segala sesuatu yang terjadi.

Kita juga dalam hidup harian kita tidak luput dari roh-roh jahat ini. Roh-roh jahat ini sering menggoda kita untuk menentang pengajaran Yesus. Akibatnya kita memilih-milih orang yang cocok dan sesuai untuk kita. Hal ini bertentangan dengan pengajaran Yesus. Tiada orang  yang ditolak oleh Yesus. Kedatangan-Nya untuk semua orang yang mau membuka diri dan berharap pada-Nya. Diri-KU untuk semua orang (FP).

 

Pelita Hati: "Kedatangan Yesus untuk semua orang yang mau membuka diri dan berharap pada-Nya."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Ajarannya Baru Dan Kuasanya Luar Biasa (Mrk 1:21-28)


RENUNGAN HARIAN: Minggu, 29 Januari 2012
Mrk 1:21-28
Pada awal karya-Nya Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat dimulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni yang Kudus dari Allah!” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara yang nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, ....

Ajarannya Baru Dan Kuasanya Luar Biasa
Roh jahat ada di mana-mana. Terlebih saat-saat kita bersama dengan Tuhan. Itulah yang terjadi ketika Yesus bersama dengan murid-murid-Nya mengajar di rumah  ibadat di Kapernaum.  Namun, sungguh menakjubkan pada saat itu, Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa. Semua orang takjub mendengar pengajaran-Nya karena Dia mengajar  tidak seperti biasanya. Pada waktu Dia mengajar, ternyata ada orang yang kerasukan roh jahat mendengar pengajaran-Nya. Orang yang dipenuhi roh jahat itu pun tidak senang dan tidak menerima pengajaran Yesus. Ia pun meronta dan menentang Yesus dengan berkata: “Apa urusan-Mu dengan kami hai Yesus orang Nazaret?” Tindakannya itu membuat orang di dalam bait Allah  menjadi terdiam. Yesus yang penuh kuasa itu tahu bahwa yang berbicara kepada-Nya adalah roh jahat yang ada dalam diri orang tersebut. Yesus pun membentak roh jahat itu supaya diam dan keluar dari orang itu. Roh jahat itu pun tak mampu melawan kuasa Yesus. Peristiwa ini membuat orang di sekitarnya takjub dan terpaku, karena mereka belum pernah mengalami hal yang dilakukan oleh Yesus.
Kita pun sering berjumpa dengan roh-roh jahat, yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Hal itu terjadi karena kita tak mampu mengusir dan melawannya.  Begitu banyak roh jahat yang membuat kita menderita, sehingga pertanyaan untuk kita, sanggupkah kita  mengusirnya? Kita harus akui kita tidak sanggup. Namun, Yesus telah memanggil kita untuk mengikuti Dia dan meneruskan karya-Nya. Kita harus bersandar pada Dia agar Roh-Nya menguasai kita. Kita memohon kekuatan dari-Nya karena bersama dengan Yesus segala kekuatan jahat untuk manusia ciptaan-Nya akan dikalahkan oleh Roh-Nya (FP).

Pelita Hati: “Tiada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatan Yesus sehingga kita tidak perlu takut.”

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Jumat, 27 Januari 2012

Bersama Yesus Kita Selamat (Mrk 4:35-41)

RENUNGAN HARIAN: Sabtu, 28 Januari 2012
Mrk 4:35-41
Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk ; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

BERSAMA YESUS KITA SELAMAT
Membaca Injil hari ini kita mungkin dan bahkan pasti merenungkan gelombang, pencobaan dalam hidup kita. Yesus sangat mencintai murid-murid-Nya. Oleh karena itu, Dia mengajak murid-Nya untuk berlayar ke tempat yang lebih menyenangkan. Barangkali pada saat itu cuaca kurang memungkinkan sehingga ombak sangat kencang mengakibatkan perahu mereka semakin oleng. Para murid  pun ketakutan sehingga mereka memohon agar Gurunya  menolongnya. Para murid yakin bahwa dengan bantuan Gurunya, yaitu Yesus mereka akan selamat.
Ternyata benar, lewat hardikan-Nya ombak pun terdiam dan suasana semakin aman. Tapi peristiwa ini membuat Yesus merasa heran kepada para murid-Nya karena mereka begitu takut. Mengapa kamu begitu takut? Ketakutan dan kegembiraan para murid itu membuat mereka semakin bertanya siapa sebenarnya Guru mereka itu. Mereka takut karena belum memahami bahwa Dia adalah Almasih utusan Allah.  Dengan permenungan ini, kita semakin disadarkan agar kita semakin mengenal Yesus dalam kehidupan kita. Dengan bersama Yesus kita akan selamat.
Tentu kita pun dalam kehidupan harian kita sering merasa ketakutan. Ketakutan ini membuktikan bahwa kita juga belum mengenal-Nya lebih dekat. Jika demikian, mari mengenal Yesus lebih dekat. Pengenalan yang dalam dan dekat pada-Nya akan mengubah rasa takut kita menjadi keberanian sehingga kita selamat. Semoga! (FP).

Pelita Hati: “Pengenalan pada Yesus akan mengubah rasa takut kita menjadi keberanian dalam mengarungi liku-liku hidup ini”.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Kamis, 26 Januari 2012

KERAJAAN ALLAH HADIR DI TENGAH-TENGAH KITA (Mrk 4:26-34)


RENUNGAN HARIAN: Jumat, 27 Januari 2012
Mrk 4:26-34
Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah halnya Kerajaan Allah : Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.
Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Yesus berkata lagi, “Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi, tetapi apabila ditaburkan  ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya.” Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka
sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

KERAJAAN ALLAH HADIR DI TENGAH-TENGAH KITA
Sering kita bertanya, merenung, bagaimana Kerajaan Allah itu hadir di tengah-tengah kita? Apakah itu bertumbuh dalam hidup kita? Bagaimana pertumbuhannya? Pertanyaan ini mungkin bisa dijawab lewat bacaan Injil hari ini. Kalau kita mengamati bibit tanaman, entah ubi, jeruk, kol, cabai, di ladang atau di kebun, proses pertumbuhannya tidaklah kita lihat secara detail, tetapi semakin lama tanaman itu menjadi besar hingga membuahkan hasil. Proses itu akan menjadi lebih jelas kalau tanaman itu disiangi dan dipupuk dengan baik.
Yesus pun dalam menghadirkan Kerajaan Allah mirip seperti pertumbuhan tanaman itu. Jika iman kita dipupuk dan dibangun tentu akan membuahkan hasil yang baik dalam kehidupan yang nyata. Benih itu akan bertumbuh bersama dengan cinta Allah dalam kehidupan kita. Setiap hari lewat berdoa, merenungkan firman Tuhan, berdevosi kepada orang-orang kudus; di sinilah kelihatan iman itu akan bertumbuh seperti biji sawi yang ditanam. Tentu kita perlu bertanya, bagaimana pertumbuhan iman kita, berbuahkah; atau sebelum berbuah sudah mati? Kerajaan Allah dan iman itu ada di tengah-tengah kita, sehingga kita tak perlu jauh-jauh mencarinya (FP)

Pelita Hati: “Kerajaan Allah dan iman itu ada di tengah-tengah kita, sehingga kita tidak perlu jauh-jauh mencarinya.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

HIDUP MENURUT POLA KRISTUS (Mrk 4:21-25)


RENUNGAN HARIAN: Kamis, 26 Januari 2012
Mrk 4:21-25
Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Yesus berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu : dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”

HIDUP MENURUT POLA KRISTUS
Kita tentu pernah memberi dan juga pernah menerima sesuatu dari seseorang, misalnya saat pesta atau acara-acara lain. Umumnya, kalau kita memberi yang sangat berharga pada seseorang maka besar kemungkinan, atau umumnya kita juga akan menerima hal yang persis sama besar harganya. Sungguh jarang terjadi bahwa kita memberi barang yang sederhana lalu kita memperoleh barang mewah dan sangat berharga.  
Dalam Injil hari ini Yesus berkata:”Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.” Maka berbagi kasih dengan sesama itu sangat penting. Lewat pemberian kepada orang lain apa yang ada pada kita, apakah sederhana atau mewah sangatlah berarti bagi yang menerima. Bahkan lewat berbagi itu kita telah menunjukkan pelita bagi orang lain.
Iman harus kita nyatakan dan tidak tersembunyi bagi orang lain. Inilah yang dikehendaki oleh Yesus kepada kita yang beriman kepada-Nya agar pelita itu tetap bernyala dan menyinari semua orang. Dengan memberi cahaya; pelita bagi orang lain tentu kita telah hidup menurut pola Kristus. Beranikah kita memberi cahaya pada orang lain? (FP)

Pelita Hati: “Dengan memberi sesuatu kepada orang lain sekecil apa pun nilainya berarti kita telah menjadi cahaya untuknya.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Selasa, 24 Januari 2012

Tuhan, Apa Yang Engkau Kehendaki Aku Perbuat? (Mrk 16:15-18)


RENUNGAN HARIAN: Rabu, 25 Januari 2012
Mrk 16 :15-18
Sekali peristiwa, Yesus yang bangkit dari orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

TUHAN, APA YANG ENGKAU KEHENDAKI AKU PERBUAT?
Sebagai orang Kristen kita tentu mengenal rasul Paulus. Selama tiga puluh tahun setelah peristiwa Pentakosta, Paulus yang pada saat itu bernama Saulus menganiaya orang-orang Kristen di Yerusalem.  Dia mendapat izin dari Imam Besar untuk menganiaya orang-orang Kristen.  Suatu ketika ia pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen di sana. Ketika dalam perjalanan menuju ke Damsyik ia dihadang oleh Yesus dengan suatu pancaran cahaya ajaib dari langit, yang membutakan matanya. Paulus rebah ke tanah dan Yesus berkata:” Saulus-Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Akulah Yesus yang kau aniaya itu.”
Lewat sapaan ilahi ini, Paulus bertanya kepada Yesus, Tuhan, apa yang Engkau kehendaki aku perbuat? Kata-kata ini meluncur dari hati Paulus yang dahulu keras bagai batu, namun berubah jadi lembut berkat sapaan ilahi. Komunikasi tak terduga dengan Yesus, mengubah Paulus menjadi saksi dan pewarta Injil yang luar biasa. Dia menjadi orang besar, pewarta, dan rasul di tengah kaum kafir. Kini dia menjadi saksi bagi semua orang di seluruh dunia. Dalam 1 Kor 15:9-10 rasul Paulus berkata:” Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku”.
Pada pesta pertobatan Rasul Paulus ini, marilah kita semakin menyadari bahwa rencana Allah lebih indah dari rencana siapa pun di dunia ini. Kalau Dia menghendaki kita menjadi saksi-Nya, Dia juga akan menangkap kita seperti yang dialami oleh rasul Paulus. Ketika kita telah ditangkap-Nya dengan rahmat Ilahi-Nya kita juga harus menjadi saksi, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan untuk kita perbuat (FP).

Pelita Hati: “Rencana Allah lebih indah dari rencana siapa pun di dunia ini

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.