Sabtu, 04 Juli 2015

Butir-butir “Laudato si’

Butir-butir "Laudato si' ..."

Hidup kristen dan semangat fransiskan dalam Ensiklik baru Paus Fransiskus.

Gereja memberi bimbingan moral berdasarkan tradisi katolik.

  • Perubahan iklim itu persoalan moral.
  • Paus berbicara sebagai gembala, bukan sebagai ahli atau politikus. Ia ingin agar umat katolik mengerti betapa tepat dan perlu kita memelihara ciptaan, dan khususnya saudara-saudari kita.
  • Memelihara alam ciptaan sudah lama diajarkan dalam kitab suci. Gereja juga sudah berulang kali menyinggung pokok ini. Seirama dengan ilmu yang semakin memberi perhatian akan dampak kemanusiaan terhadap alam, Gereja pun semakin jelas dan tegas menggemakan suaranya.
  • Para Bapa suci terakhir merasakan perlu mendalami tema perubahan iklim dan keutuhan ciptaan.
  • Santo Yohanes Paulus II dan Paus emeritus, Benediktus XVI, menghubungkan perhatian akan keutuhan ciptaan dengan solidaritas di antara manusia dan dengan ciptaan Allah.
  • Kedua Paus ini bertindak sebagai duta alam ciptaan dalam meminta perhatian akan keterlibatan manusia yang mencemaskan dalam hal menyebabkan pemanasan bumi dan perubahan iklim.

Usaha mengatasi perubahan iklim melindungi umat Allah

  • Menyadari perubahan iklim dan berusaha agar diatasi, berarti melindungi keluarga. Biar itu seorang di Chicago yang menderita asma atau seorang di Filipina yang menderita kena banjir, perubahan iklim merugikan segenap umat manusia. Berusaha mengatasi perubahan iklim berupa tindakan moral.
  • Kita dipanggil mencintai sesama kita dengan melindungi mereka terhadap aneka ragam ancaman perubahan iklim yang membuat penyakit bertambah dan makanan berkurang. Kita harus berbicara tentang perubahan iklim untuk melindungi umat Allah.
  • Kita dipanggil memperhatikan orang yang paling miskin dan lemah di antara kita. Orang miskin paling sedikit bertanggung jawab atas kerusakan iklim dan paling banyak menderita karenanya.
  • Sebagai pengikut Fransiskus, kita dipanggil bukan hanya menjadi alat damai dan keadilan, tetapi juga menjadi pemerhati jujur dan sejati bagi ibu pertiwi tercinta.
  • Kita dipanggil supaya jangan pernah lupa akan tempat kita di tengah alam ciptaan. Dalam arti tertentu, kita sempat bertindak sewenang-wenang merusak alam, melawan saudari bumi dan ibu pertiwi (Paus Fransiskus, 15 Januari 2015). Tempat kita di tengah alam ciptaan meminta kita menghormati dan melindungi segenap jaringan hidup.

Sudah waktunya bertindak bersama

  • Tindakan kita bermanfaat. Kita, pengikut Fransiskus, melalui kerja sama di antara kita, dapat membantu dalam mengatasi persoalan perubahan iklim.
  • Terdapat aneka ragam cara untuk bertindak dalam komunitas dan dalam negara kita, dari hal sederhana seperti mengganti bola lampu, sampai kepada mengembangkan politik cemerlang. Masing-masing kita dapat berbuat sesuatu untuk mengatasi perubahan iklim, mulai juga dari persaudaraan kapusin kita.
  • Mengambil tindakan terhadap perubahan iklim merupakan kesempatan untuk menyatakan iman kita dan karisma kita sebagai pengikut Fransiskus. Berusaha untuk mengatasi perubahan iklim menuntut kerendahan hati, pengertian, kerja tekun dan pemikiran moral yang jelas.
  • Dalam usaha ini kita peru menjalin hubungan adil di antara kita dan dengan ciptaan. Kita dipanggil bekerja untuk mengatasi perubahan iklim dengan mencari kebaikan bersama dalam cinta kasih.

Sdr. Benedict Ayodi, Pelayanan KPKC OFM Cap. [BICI  284 - Juni 2015]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar