Rabu, 27 Juni 2012

Renungan Harian: Jumat 29 Juni 2012

Renungan Harian: Jumat 29 Juni 2012

Mat 16:13-19

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,"Kata orang, siapakah Anak Manusia  itu?"Jawab mereka, "Ada yang mengatakan:Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia,dan ada pula yangmengatakan: Yeremia atau salah seorang dari pada nabi."Lalu Yesus bertanya kepada mereka,"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus,"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya,"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu,melainkan Bapa-Ku yang di surga.Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. .....

 

KARYA PENYELAMATAN YESUS

Karya penyelamatan Yesus dapat dialami setiap orang secara amat pribadi, sesuai dengan kenyataan konkret yang sedang dialami. Karya penyelamatan itu senantiasa berjalan kini dan di sini hingga seterusnya, sebagaimana dituntut oleh kenyataan konkret setiap orang. Anda mau mengalami buah nyata penyelamatan dari Yesus? Mari membuka diri untuk mengalaminya. Sadarilah "buah dosa" dalam hidupmu,  yang riil anda alami kini. Ungkapkanlah itu satu demi satu di hadapan Yesus. Mohon dengan rendah hati karya penyelamatan dari-Nya. Rasa apa yang ada dalam batinmu ungkapkanlah kepada-Nya.

Hari ini kita merayakan hari raya Santo Petrus dan Paulus. Petrus adalah nama yang diberikan Yesus sendiri kepada Simon anak Yunus dan saudara Andreas; lahir di Betsaida, Galilea, di tepi danau Genesaret. Kepribadian Simon Petrus yang ulet, jujur, rajin, berterus terang dan berani sangat menarik perhatian Yesus. Karena itu, Dia berkenan menjadikannya sebagai batu cadas dan mengangkatnya menjadi pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja perdana. Paulus lahir di Tarsus, Asia kecil dari keluarga Yahudi berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Paulus tidak berhenti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus. Namun, dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikannya seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir (non Yahudi). 

Kedua rasul besar ini telah hidup dan mati demi Kristus dan untuk karya pewartaan Injil. Mereka telah menunaikan tugasnya menjaga kerukunan dan persatuan. Iman dan semangat hidup mereka hendaknya dapat kita teladani, wariskan turun-temurun dan sekaligus menjadi tantangan bagi kita agar kita mengandalkan Tuhan serta berani memberi kesaksian tentang Dia dalam kehidupan (JRS).

 

Pelita Hati: Kita selamat apabila kita berani mengandalkan Tuhan dalam kehidupan ini.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar