Minggu, 01 April 2012

Renungan Harian: Selasa 3 April 2012

Renungan Harian: Selasa 3 April 2012

Yoh 13: 21-33.36-38

Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya Yesus sangat terharu, lalu bersaksi, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain; mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid-murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata,

"Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada Yesus, "Tuhan, siapakah itu?"

Jawab Yesus,"Dia adalah orang, yang kepadanya Aku memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan iblis. Maka Yesus berkata kepadanya, "Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas....

KENABIAN

Ketika kita semua dibaptis dalam Gereja ditegaskan bahwa kita menerima anugerah imamat umum, tugas kenabian dan kegembalaan. Tugas demikian sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari. Makna sebagai orang beriman adalah pandai mendengarkan bisikan Tuhan lewat karya kita. Rohani dan jasmani tidak terpisahkan seperti urusan Gereja dan dunia.

Madah "Hamba Tuhan" yang kedua digambarkan pilihan dan tugas-Nya sebagai nabi. Cita-cita-Nya adalah membangun keruntuhan bangsa Israel sepulang dari pembuangan. Seorang nabi membangun semangat umat yang runtuh secara moral dan hidup keagamaannya. Yesus sebagai Hamba Tuhan tahu tugas perutusan-Nya. Dia tidak gentar dengan pengkhianatan dari murid yang dekat pada-Nya. Pengkhianatan adalah perpecahan. Sebagai Hamba Tuhan tidak boleh membiarkan bahaya perpecahan di antara murid-murid lainnya.

Perjalanan manusia itu penuh misteri, tidak jelas. Kita tidak dapat memprediksi nasib kita kelak, tetapi sebagai hamba Tuhan kita diminta untuk tetap setia. Tantangan besar datang secara tak terduga. Apakah kita masih sanggup setia sebagai seorang nabi dalam keluarga, pekerjaan, dan lingkungan hidup kita untuk bertahan dan mempersatukan? Atau jangan-jangan kita mau mengkhianati iman kita? (BTK )

 

Pelita Hati: Kesungguhan tradisi kristiani adalah mewartakan bahwa jalan menuju misteri yang terdalam adalah jalan kasih.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar