Sabtu, 10 Agustus 2013

Renungan Harian: Kamis, 15 Agustus 2013

Renungan Harian: Kamis, 15 Agustus 2013

Why 11:19a; 12:1.3-6a; 1Kor 15:20-26; Luk 1:39-56 - HR  Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

 

Rencana Keselamatan Allah dalam Bunda Maria

 

            Dari antara sekian banyak orang kudus dalam Gereja Katolik Pesta atau perayaan yang berkaitan dengan Santa Maria yang adalah ibu Yesus Kristus sang penebuas adalah yang paling banyak dirayakan, dipestakan, dan diperingati. Banyaknya pesta, perayaan atau peringatan yang berkaitan dengan Bunda Maria menunjukkan posisinya yang cukup penting dalam Gereja. Dia adalah bunda Gereja Kudus Hawa yang baru.

                Maria sering disimbolkan sebagai lahirnya kembali Hawa yang baru yang mau mengembalikan kembali firdaus kepada manusia. Allah menyiapkan Maria dikandung dan dilahirkan tanpa noda dosa, supaya ia layak menjadi ibunda Putra Allah.  Hal ini berarti bahwa Allah mengangkat Maria dari dunia hidup manusia yang penuh dosa ke dalam kemuliaan-Nya. Pemilihan Allah atas Maria merupakan sebuah rahasia yang cukup besar yang tak terselami yang hanya mungkin diterima dalam terang iman.

                Hari Raya Maria diangkat ke Surga yang hari ini kita rayakan  menjadi salah satu bukti betapa Allah tetap peduli pada kehidupan manusia. Dalam terang iman kita terima bahwa  Maria merupakan anugerah besar dari Allah bagi manusia, sebab dalam diri manusia tahap-tahap keselamatan umat manusia semakin nyata. Tuhan memakai Maria sebagai sarana untuk melaksanakan kehendak-Nya. Seperti fajar mendahului dan mempersiapkan diri bagi kelahiran Yesus Kristus, sang Terang Dunia, yang mengangkat manusia dari lumpur dosa dan menjadi putra dan putri Allah. Hari raya  Bunda Maria ini juga menjadi ajakan yang sangat berharga bagi kita agar semakin mencintai dan menaruh hormat yang besar kepada kaum ibu yang telah sudi melahirkan kita (MES).

 

Pelita Hati : Api kepercayaan tidak membara begitu saja dalam diri. Kita harus menyalakan apinya lebih dulu dalam diri kita untuk kemudian kita pancarkan kepada yang lain.

Renungan Harian: Rabu, 14 Agustus 2013

Renungan Harian: Rabu, 14 Agustus 2013

Ul 34:1-12; Mat 18:15-20

Berani Memberi Nasihat

            Pada umumnya apalagi dalam nuansa Timur, yang sering kita lakukan kalau ada saudara atau teman kita yang bersalah atau melakukan kesalahan adalah membeberkan atau menggosipkan segala kesalahannya kepada orang lain. Kita membicarakan kejelekan dan kesalahannya di belakang dia atau pada saat dia tidak ada padahal saat di depan dia kita mungkin memuji-muji atau bermanis ria. Membicarakan kesalahan jelas tidak akan menyelesaikan masalah malah akan menambah persoalan.

                Sering terjadi kita tidak berani langsung memberi nasihat bila ada kesalahan teman. Mengapa? Kita sering memberi alasan jangan-jangan nanti dia marah atau tersinggung. Bacaan Injil hari ini mengajak kita agar berani dengan hati tulus menegur teman yang salah sekalipun risikonya kita akan dibenci atau dimusuhi seperti Yohannes dulu yang dipenggal kepalanya karena memberi teguran kepada Raja Herodes.

                Sapaan Yesus hari ini mau mengajak kita agar dalam menegur seseorang, hendaknya kita punya hati yang tulus, niat yang baik dan keinginan untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih baik. Penting juga dalam menegur seseorang, hendaklah kita punya hati yang terbuka dan mau mendengar, karena apa yang dialami oleh orang lain, apa yang menjadi latar belakang dia melakukan sesuatu, tidak selalu kita ketahui. Sering kali kita menjadi makhluk atas apa yang dilakukan seseorang setelah kita mendengar secara langsung apa yang telah dia perbuat. Dituntut keberanian untuk berdialog dalam memberi nasihat. Bila ini yang terjadi maka prasangka buruk akan semakin berkurang (MES).

 

Pelita Hati         : “Ya Tuhan lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu.” (Mazmur 120:1)

Renungan Harian: Selasa, 13 Agustus 2013

Renungan Harian: Selasa, 13 Agustus 2013

Ul 31:1-8; Mat 18:1-5.10.12-14

Belajar pada Anak Kecil

            Dalam peraturan internasional terutama menyangkut perang yang adil dengan jelas ditegaskan bahwa anak-anak dan kaum perempuan tidak boleh dihukum dan harus diberi perlindungan. Mengapa? Karena anak adalah simbol ketulusan, kepolosan, kesucian, dan harapan.

                Injil hari ini sangat menarik karena Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga dengan menunjuk pada anak kecil. Mengapa? Karena anak kecil mudah bahagia dan gembira dengan hal-hal yang sederhana. Misalnya ketika ada buang angin di Angkot (angkutan kota atau bus umum), banyak orang dewasa akan marah namun biasanya anak-anak akan tertawa. Atau kalau kita memperhatikan anak-anak menonton film kartun seperti film Upin dan Ipin, lihatlah betapa anak-anak dapat tertawa terbahak-bahak dengan adegan sederhana yang menurut kita mungkin tidak lucu.

                Anak-anak mempunyai hati nurani yang masih bersih, jujur, dan tulus. Hati nurani yang bersih membuat hati tenang dan penuh dengan kegembiraan. Sebaliknya hati yang sudah kotor akan selalu membuat manusia dihantui perasaan takut, gelisah, iri, dan cemburu. Maka menjadi seperti anak-anak seperti seruan Yesus dalam Injil hari ini artinya bukan kita mau bertingkah seperti anak-anak tetapi terutama menjaga agar hati nurani kita bersih sehingga kita mempunyai hidup yang tenteram dan bahagia. Pertanyaan sekarang maukah kita memiliki hati seperti anak kecil yang punya kebahagiaan dan kegembiraan yang tak terbatas? (MES)

 

Pelita Hati         : Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 118:1)

Renugan Harian: Senin, 12 Agustus 2013

Renugan Harian: Senin, 12 Agustus 2013

Ul.10:12-22; Mat 17:22-27

Setia pada Jalan Tuhan

            Kalau kita diberi pilihan maka kita mungkin senantiasa memilih jalan bahagia. Dalam beberapa ungkapan dan pengharapan orang selalu meminta supaya bahagia, selamat, sehat terus, dan hidup dengan tenang. Setiap orang pasti selalu berusaha menyingkirkan segala bentuk penderitaan.

                Injil hari ini mengetengahkan  kepada kita bagaimana  tentang kesiap-siagaan dalam mengikuti Yesus dengan segala risiko. Para murid menjadi sedih begitu mendengar ungkapan Yesus: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia…” Lewat ungkapan ini Yesus mau meneguhkan para murid supaya mereka siap  memberi kesaksian dan tidak takut menghadapi penderitaan. Maka di sini dituntut kedewasaan dari para murid.

                Injil hari ini mengajak kita agar tetap pada pilihan mengikuti Yesus sekalipun banyak rintangan. Bila kita tetap setia berpegang padanya maka Dia akan setia kepada kita. Memang kerap terjadi bahwa orang bisa melanggar janji kesetiaan karena hal-hal sepele atau karena terdesak situasi misalnya karena demi karier lalu meninggalkan Yesus. Itulah perbedaan antara janji Tuhan dengan janji manusia. Hanya Tuhan yang tidak pernah lalai memegang dan memenuhi janji-Nya. Sering kali tanpa kita sadari akibat dari kesetiaan atau ketidaksetiaan kita akan dirasakan oleh banyak orang sesudah kita. Yesus menjanjikan akan bangkit pada hari ketiga dan memang benar demikian. Beranikah kita berjanji tetap setia pada Tuhan Yesus? (MES)

 

Pelita hati          : Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mazmur 1:1).