Senin, 26 November 2012

Renungan Harian: Kamis 29 Nopember 2012

Renungan Harian: Kamis 29 Nopember 2012

Luk 21:20-28

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota. Sebab itu masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis. Celakalah para ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu! Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri, dan murka akan menimpa bangsa .....

 

Peringatan Dini TSUNAMI...

Peristiwa tsunami yang terjadi di Jepang pada 2011, sungguh dahsyat dengan segala akibatnya. Karena pengalaman peristiwa serupa di masa-masa sebelumnya, maka Jepang mengusahakan alat canggih pemantau gejala alam, yang mampu memantau gejala awal sebelum terjadinya tsunami itu.  Dengan demikian, dapat diminimalisir "kerugian" yang akan diakibatkannya. Sebagai manusia, kita tidak menghendaki "kerugian" bagi diri kita; karena itu kita berusaha menghindarinya atau bila tak terhindari, sekurang-kurangnya memperkecil atau memperlambatnya. Kita bersalah bila kita dengan sengaja mencari bahaya bagi diri kita, fisik maupun rohani.

Hal ini dipesankan Yesus dalam Injil hari ini. "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung... keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan dan orang yang berada dalam kota harus mengungsi..." Penderitaan dan aneka macam bencana akan mendahului datangnya Anak Manusia kembali, namun kita diajak untuk menjauhi bahaya-bahaya itu.

Sebagai orang yang percaya pada Kristus, kepada kita masing-masing diberikan hanya satu kehidupan di dunia. Kehidupan yang satu ini ditujukan untuk mempersiapkan diri bagi satu kehidupan yang kekal. Dalam perjalanan mengarahkan kehidupan kita pada tujuannya yang sejati, banyak hal yang mengancam yang bisa merugikan kehidupan itu. Misalnya, penyakit pasti akan kita alami; namun janganlah kita dengan sengaja mencari penyakit. Akhirnya kematian pasti datang (sebagai jalan menuju kehidupan kekal); namun kita tidak boleh mencari kematian itu dengan sengaja. Bila saya sudah tahu bahwa di kandang tertentu ada dua harimau lapar, namun saya dengan sengaja masuk ke dalamnya, itu namanya bunuh diri (melanggar kehendak Tuhan Pemilik hidup). Atas alasan inilah maka kita berusaha memelihara kesehatan dan bila sakit berusaha berobat. Dan dengan alasan yang sama, kita tidak boleh mempercepat datangnya kematian, misalnya dengan euthanasia (MS).

 

Pelita Hati: Tak usah berusaha mencari susah.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar