Jumat, 12 Oktober 2012

Renungan Harian: Senin 15 Oktober 2012

Renungan Harian: Senin 15 Oktober 2012

Luk 11:29-32

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!"

 

Memberi Kesaksian

Orang Yahudi selalu menuntut tanda kepada Yesus. Permintaan itu menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi merupakan orang yang serba tertutup dan lebih hebat lagi mereka merasa diri benar padahal hati mereka jauh dari Yesus. Bahkan mereka berusaha menolak Yesus. Karena itu, untuk orang Yahudi, Yesus tidak lebih hanya sebagai pewarta akan Yunus. Yunus sendiri adalah tanda pertobatan untuk orang Niniwe.

Melalui Injil hari ini kita diajak untuk melihat dan memahami tanda sebagai simbol kehadiran Allah. Dengan jelas dan atas cara sederhana Injil hari ini mengajak kita melihat kehadiran Yesus di dunia ini sebagai tanda kehadiran dan kepedulian Allah bagi manusia. Yesus datang sebagai utusan Allah untuk menyelamatkan manusia dari perbudakan dosa. Hal itu diungkapkan Yesus melalui sengsara di salib dan bangkit mulia pada hari ketiga. Tiga hari Yunus dalam perut ikan. Tiga hari Yesus berada dalam kubur. Lukisan ini menunjukkan bahwa Yesus yang wafat dan dikuburkan bangkit dengan mulia karena Dia adalah perwujudan dari Allah.

Simbolisasi ini hendak mengajak kita sebagai umat beriman bahwa tujuan hidup kita bukan hanya di dunia ini, tetapi tujuan terutama adalah untuk memperoleh kebangkitan.  Kebangkitan kita peroleh kalau kita mau senantiasa membaharui hidup lewat pertobatan setiap hari. Orang yang senantiasa mau bertobat akan memperoleh pengampunan dan menggapai hidup gemilang sebagaimana Yunus yang dikisahkan dalam Perjanjian Lama. Maukah kita bertobat?.... (MES).

 

Pelita Hati: "Jangan takut, sebab Aku besertamu;jangan cemas, sebab Aku Allahmu; Aku akan memberikan kekuatan kepadamu; Aku akan menolong engkau dengan tangan keadilan-Ku." (Yes 41:10).

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar