Jumat, 05 Oktober 2012

Renungan Harian: Selasa 9 Oktober 2012

Renungan Harian: Selasa 9 Oktober 2012

Luk 10:38-42

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.

Maria duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya.

Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, "Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Yesus menjawabnya, "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil daripadanya."

 

Berdoa dan Bekerja

Dalam Injil hari ini dua perempuan ditampilkan, yakni Marta dan Maria sebagai simbol orang yang peduli pada pekerjaan dan hidup doa. Lukisan pribadi kedua perempuan ini hendak menggambarkan pribadi dan kejiwaan manusia berhadapan dengan Allah. Dalam kenyataan hidup sering kita bertemu dengan orang yang berdoa, pergi ke Gereja, merayakan sakramen-sakramen dengan satu tujuan agar mendapat imbalan. Sementara ada sebagian orang yang mau beramal dan rajin memuliakan Allah dengan terlibat aktif dalam ibadah untuk tujuan sungguh-sungguh memuliakan Allah.

Keberanian untuk dekat dengan Allah dengan berani memuliakan Dia akan membuat hidup seseorang lebih bermakna, tenang dan tabah dalam menjalani setiap derita hidup. Kita juga mesti sadar bahwa dengan dekat kepada Allah kita akan semakin menyadari bahwa Allah itu sungguh mau memberi, menawarkan diri, melayani, menyediakan apa yang perlu untuk kita tanpa kita sadari. Allah justru mau meninggalkan kemulian-Nya agar dapat menyapa manusia dengan cara dan perasaan manusia itu sendiri.

Marta sebagai orang tipe pekerja mungkin menyadari bahwa Yesus itu mesti dilayani dengan hebat sehingga dia sibuk dan khawatir. Marta sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Namun, bukan dia yang mendapat pujian melainkan Maria yang dengan tulus duduk di kaki Yesus menerima dan mendengar apa yang diajarkan Yesus. Lewat peristiwa ini kita diajarkan bahwa untuk menerima rahmat perlu sikap batin yang tenang (MES).

 

Pelita Hati: Penghargaan terhadap sesama manusia mesti didasarkan pada pemikiran bahwa semua orang adalah ciptaan Allah.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar