Selasa, 02 Oktober 2012

Renungan Harian: Kamis 4 Oktober 2012

Renungan Harian: Kamis 4 Oktober 2012

Luk 10:1-12

Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh dua murid. Ia mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Berkatalah Ia kepada mereka, "Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, agar ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu,'Damai sejahtera bagi rumah ini.' Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ. Dan katakanlah kepada mereka,"Kerajaan Allah sudah dekat padamu." Tetapi jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan tidak diterima di situ pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah,'Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu. Tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.' Aku berkata kepadamu, pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu."

Berani Berubah

Fransiskus dari Assisi berani berubah dari gaya hidup seorang anak muda yang mengejar sukses tanpa pemikiran akan hidup surgawi. Akan tetapi, dalam perjalanan hidupnya, dia dipanggil Allah untuk membangun Gereja-Nya. Fransiskus mampu menciptakan suatu persaudaraan bukan berdasar pada sebuah anggaran dasar melainkan Sabda Allah lewat Injil. Semangat Injili Fransiskus menimbulkan sikap baru yakni kemampuan menumbuhkan sikap baru dalam bentuk kegembiraan murni, bersahabat dengan semua makhluk, dan membangun persaudaraan yang universal.

Firman Tuhan  dalam Injil hari ini hendak menegaskan bahwa mengikuti Yesus Kristus itu tidak mudah, mengapa? Karena perjalanan-Nya penuh dengan tantangan. Orang harus siap bukan saja untuk menerima penghinaan dan penolakan melainkan harus berani berkorban. Orang harus berani menghayati suatu hidup batin yang melepaskan diri dari segala keamanan yang diberikan oleh dunia ini. Dari sebab itu orang yang benar-benar mau menjadi pengikut Yesus harus berani melepaskan segala kemauannya sendiri, tidak lagi mengikuti dosa yang mematikan  dan dengan tegas maju tanpa menoleh ke belakang (MES).

 

Pelita Hati: "Orang yang berbahagia adalah orang yang mengarahkan seluruh hidupnya kepada Allah lewat kesaksian hidup. Orang itu adalah orang yang berdoa seperti santo Fransiskus Assisi: "Tuhanku dan segalanya."

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar