Rabu, 17 Oktober 2012

Renungan Harian: Jumat 19 Oktober 2012

Renungan Harian: Jumat 19 Oktober 2012

Luk 12:1-7

Sekali peristiwa berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan kaum Farisi. Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui.

Karena itu apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi kemudian tak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kalian takuti. Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sungguh, aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguh pun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit."

 

Bekal Hidup

Gagasan berkorban kurang diminati dan diterima orang dewasa ini. Memberi tenaga, waktu, pikiran, dan materi bagi karya sosial tanpa menerima 'penghargaan' tidak menarik lagi, dan sedikit orang merelakan diri untuk itu. Berkorban identik dengan pahlawan, dan pahlawan tidak ada lagi zaman ini, hanya ada dalam sejarah. Berkorban berarti memberi diri sehabis-habisnya karena kasih.

Allah memberi diri kepada manusia karena kasih-Nya pada manusia. Dalam penjelmaan Yesus jadi manusia, Allah memberikan diri sebagai satu dari kita, memberi hidup-Nya jadi hidup manusia: daging-Nya yang terkoyak jadi santapan manusia, darah-Nya yang tertumpah jadi minuman manusia dalam Ekaristi. Dan akhirnya penyerahan nyawa-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari kubur demi kehidupan manusia merupakan pemberian diri total pada umat manusia. Pengorbanan total ini hanya karena kasih-setia Allah kepada makhluk-Nya.

Dalam Injil hari ini Yesus memberi peneguhan berupa nasihat dan pengajaran kepada para murid-Nya akan nilai dan pentingnya berkorban. Tujuan dari pengajaran Yesus adalah supaya kita tetap menjadi murid yang bijaksana dalam hidup. Inti terdalam dari ajaran Yesus adalah supaya para murid mampu belajar mencari nilai, percaya pada penyertaan Allah, tekun dalam doa, dan kritis terhadap pengaruh dari luar. Mampukah kita menjadikan nasihat Yesus sebagai pegangan dalam hidup kita? (MES).

 

Pelita Hati: Jika kita melayani dengan penyerahan penuh bakti, kita selamanya akan terpuaskan dan merasa terpenuhi. Kita tidak akan berpikir untuk meminta apa pun karena kita merasa bahwa kita memiliki segala sesuatu dalam kelimpahan.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar