Sabtu, 15 September 2012

Renungan Harian: Rabu 19 September 2012

Renungan Harian: Rabu 19 September 2012

Luk 7:31-35

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru, "Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis." Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, "Ia kerasukan setan." Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata, "Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa." Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

 

CINTA KASIH

Yohanes Pembaptis ditolak oleh orang Yahudi karena dianggap aneh dan puasanya terlalu keras. Sedangkan Yesus ditolak karena dianggap terlalu biasa-biasa dan bersahabat dengan setiap orang khususnya orang-orang kecil dan pendosa. Dasar penolakan orang Yahudi terhadap Yohanes dan Yesus adalah karena mereka melihat dua tokoh besar itu dari segi lahiriah saja. Mereka tidak sanggup melihat dan menangkap arti terdalam dari kehadiran Yohanes dan Yesus. Hal itu karena orang Yahudi telah membuat definisi, gambaran, tafsiran mengenai kedatangan Mesias sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Kehadiran Yesus ternyata berbeda sama sekali dengan gambaran dan keinginan orang-orang Yahudi. Kedatangan Yesus membawa sesuatu yang baru, yakni menuntut pertobatan dan mengajarkan cinta kasih yang sungguh-sungguh. Hal ini sangat jauh dari alam pikiran orang Yahudi sebelumnya. Memang, tidaklah gampang membawa sesuatu yang baru atau perubahan ke tengah-tengah masyarakat. Ajaran baru atau perubahan itu sering mendapat tantangan dan penolakan dari masyarakat.

Rasul Paulus menandaskan dengan tegas ajaran cinta kasih itu kepada jemaat di Korintus dengan berkata bahwa kefasihan berbicara, karunia bernubuat, memiliki pengetahuan, dan iman yang dapat memindahkan gunung serta kerelaan berbagi akan yang dimiliki, tidak ada gunanya bila tidak berdasar pada cinta kasih. Apakah aku orang yang menerima ajaran Yesus dalam hidupku? Seseorang yang menerima Yesus, hidupnya pasti didasari dan dijiwai oleh cinta kasih (AP).

 

Pelita Hati: Kedatangan Yesus membawa sesuatu yang baru, yakni menuntut pertobatan dan mengajarkan cinta kasih yang sungguh-sungguh.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar