Rabu, 26 September 2012

Renungan Harian: Kamis 27 September 2012

Renungan Harian: Kamis 27 September 2012

Luk 9:7-9

Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata,"Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?" Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.

 

Segala sesuatu Adalah Sia-Sia

"Segala sesuatu adalah sia-sia" kata Pengkhotbah. Kita tahu bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Namun, walau sementara tapi kebanyakan orang mengisi waktu yang sementara ini dengan kerja keras untuk mengejar kuasa dan kekayaan duniawi. Padahal kita tahu bahwa bila kematian menjemput, kita tidak akan membawa apa pun dari hasil kerja keras kita tersebut. Harta akan kita tinggalkan dan Tuhan tidak akan bertanya kepada kita apa jabatan dan berapa banyak harta kekayaan yang kita kumpulkan selama hidup. Tetapi selama hidup kebanyakan orang merasa rugi untuk istirahat sebentar dan selalu berusaha untuk menimbun dan menabung kekayaan sebanyak mungkin dengan alasan jaminan untuk masa depan. Dari satu sisi manusia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pengkhotbah bahwa segala sesuatu adalah sia-sia, tetapi dari pihak lain hati manusia juga gampang dikuasai oleh yang sia-sia itu.

Kuasa dunia ini menguasai kehidupan Herodes. Kelekatan kepada kuasa duniawi yang dia miliki, membuat matanya terhalang untuk  mengenal dan beriman kepada Yesus. Tidak ada gunanya kita memiliki jabatan yang tinggi, kerja keras siang dan malam untuk meraih dan memperoleh harta yang melimpah, jika kita tidak mempunyai iman dan cinta kasih. Harta kekayaan dan jabatan akan kita tinggalkan, namun iman dan cinta kasih adalah milik yang tidak akan musnah. Harta duniawi hanya memberi kepuasan sementara, tetapi iman dan cinta kasih adalah jaminan untuk hidup dan kebahagiaan abadi.

Kiranya kita dapat memilih mana yang terbaik untuk kita. Apabila kita telah salah pilih silakan mulai hari ini pilihlah yang bukan sia-sia. Pilihlah iman dan cinta kasih karena ini merupakan jaminan untuk hidup dan kebahagiaan abadi (AP).

 

Pelita Hati: Iman dan cinta kasih adalah jaminan untuk hidup dan kebahagiaan abadi.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar