Rabu, 12 September 2012

Renungan Harian: Kamis 13 September 2012

Renungan Harian: Kamis 13 September 2012

Luk 6:27-38

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian; mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian. Bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan janganlah meminta kembali dari orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kalian kehendaki orang berbuat kepada kalian, demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka. Kalau kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Lagi pula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang dengan harapan akan memperoleh sesuatu daripadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa supaya mereka menerima kembali sama banyaknya. Tetapi kalian kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan berilah pinjaman dengan tanpa mengharapkan balasan, maka ganjaranmu akan besar dan kalian akan...

 

MENGASIHI SETIAP ORANG

Allah menciptakan satu matahari. Matahari yang satu itu terbit setiap pagi dan menjadi penerang yang sejati bagi orang yang baik maupun bagi orang jahat. Bukan hanya itu, Tuhan juga menurunkan hujan bagi setiap orang tanpa membeda-bedakannya. Hal ini membuktikan bahwa Tuhan itu mahabaik dan selalu berbuat baik terhadap semua orang tanpa pilih kasih.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: "Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian". Berbuat baik kepada saudara dan teman serta membenci musuh dan menginginkan mereka celaka adalah wajar dan adil dari sisi pandang dunia ini. Tetapi Yesus mengatakan supaya kita mengasihi semua orang termasuk musuh dan yang membenci kita. Perintah ini tentu berat dan konyol di mata dunia ini. Hal itu mengingat bahwa di dalam keluarga pun tidak selamanya perhatian dan kasih orangtua bisa sama kepada anak-anaknya.

Bagaimana kita sanggup mengasihi orang yang mencuri, memfitnah, dan berencana mencelakakan kita? Yesus mengatakan ini supaya kasih kita jangan terbatas kepada orang-orang tertentu saja. Bila kita hanya mencintai orang yang mencintai kita tentu kita tidak berbeda dan tidak mempunyai kelebihan dari orang yang tidak mengenal Kristus. Sebagai orang yang mengenal Kristus kita harus melewati batas mencintai saudara dan teman. Cinta kasih pengikut Kristus harus bertumbuh dan berkembang seperti cinta Sang Guru Cinta Kasih yakni mencintai setiap orang. Bagaimana dengan pengalaman kita sehari-hari? (AP).

 

Pelita Hati: Kasihilah musuhmu dan berbuat baiklah kepada orang yang membenci kalian.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar