Rabu, 26 September 2012

Renungan Harian: Jumat 28 September 2012

Renungan Harian: Jumat 28 September 2012

Luk 9:19-22

Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, "Kata orang banyak siapakah Aku ini?" Mereka menjawab,"Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan : Elia; ada pula yang mengatakan:

Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit." Yesus bertanya lagi,"Menurut kalian, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus,"Engkaulah Kristus dari Allah." Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga."

 

Mengenal Secara Benar

Bagai seorang guru, Yesus memberi ujian kepada para murid dengan dua pertanyaan. Pertanyaan pertama ialah: "Siapakah Aku ini menurut orang banyak?" Jawaban pertanyaan pertama ini sangat gampang karena jawabannya adalah apa kata orang tentang Yesus. Pertanyaan yang kedua ialah: "Menurut kalian, siapakah Aku ini?" Jawaban pertanyaan ini sangat sulit. Inilah pertanyaan utama. Nilai para murid bergantung kepada benar tidaknya jawaban mereka atas pertanyaan ini. Jawaban yang diinginkan Yesus tidak sebatas apa yang mereka dengar tentang Yesus, tetapi menuntut jawaban menurut pengalaman iman para murid yang hidup bersama dengan Yesus. Jawaban para murid yang diwakili Simon Petrus, ternyata benar, yakni: "Engkaulah Kristus dari Allah". Setelah mendengar jawaban itu maka Yesus menjelaskan tugas perutusan-Nya serta konsekuensi dari tugas tersebut.

Para murid diandaikan lebih dekat kepada Yesus dibanding dengan orang banyak. Pengalaman dan pengenalan para murid tentu berbeda dengan pengalaman dan pengenalan orang banyak. Orang banyak bisa saja memberi jawaban yang kurang tepat, tetapi pengalaman iman para murid diharapkan memberi jawaban yang benar.

Kita juga termasuk murid dan orang yang hidup dekat dengan Yesus. Terbukti bahwa di rumah kita gantungkan salib Tuhan, kita memiliki Kitab Suci, mendapat pelajaran agama, aktif dalam kegiatan lingkungan, stasi, paroki. Kita juga sering ambil bagian dalam liturgi sakramen-sakramen khususnya Ekaristi. Apakah semuanya itu merupakan perwujudan dari pengalaman iman kita akan Yesus Kristus? Apakah kita sudah mengenal Yesus secara benar? (AP).

 

Pelita Hati: Pengalaman iman kita merupakan tolok ukur pengenalan kita akan Yesus.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar