Kamis, 04 April 2013

Renungan Harian: Sabtu, 06 April 2013

Renungan Harian: Sabtu, 06 April 2013

Kis 4:13-21; Mrk 16:9-15 - Sabtu Oktaf Paska

 

Meyakini dan Mewartakan Kebangkitan

            Beberapa kali Yesus yang bangkit menemui para murid, dengan cara yang berbeda dan di tempat berbeda juga. Yesus tahu bahwa para pengikut-Nya membutuhkan waktu dan proses agar sungguh percaya dan mengenal Dia yang bangkit. Dalam Injil hari ini kita temukan bahwa Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka. Pada waktunya para murid sungguh percaya bahwa Yesus bangkit. Setelah para murid meyakini kebangkitan tersebut, Yesus menugaskan mereka untuk pergi mewartakan kabar gembira, kabar kebangkitan.

                Kita para pengikut Kristus diutus juga mewartakan kebangkitan. Selama seminggu ini, kita mendengar berita kebangkitan dan hendaknya hal itu menjadi keyakinan yang mewarnai pengalaman kita. Kebangkitan itu hendaknya pertama dan terutama terjadi dalam diri pribadi. Yesus yang bangkit menanamkan sikap paska pada pengikut-Nya, yaitu sikap damai dan saling percaya sehingga kita berani membuka diri, agar kita melihat pengalaman dengan cara baru bersama Tuhan. Mari menyebarkan sikap paska dan bangga sebagai pengikut Kristus. Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Kebangkitan itu hendaknya pertama dan terutama terjadi dalam diri pribadi.

Renungan Harian: Jumat, 05 April 2013

Renungan Harian: Jumat, 05 April 2013

Kis 4:1-12; Yoh 21:1-14 - Jumat Oktaf Paska

 

Bertemu Yesus di Siang Hari

            Petrus dan rasul lain kembali ke Galilea tempat mereka dulu dipanggil Yesus dengan rasa campur aduk. Mereka kecewa karena Yesus itu tidak sehebat yang mereka bayangkan. Bagi mereka Yesus hebat kalau Dia bisa lari dari salib sambil mengejek orang-orang yang menyalibkan-Nya. Mereka juga merasa bersalah karena mereka menghianati Yesus. Petrus sendiri mengatakan bahwa dia tidak mengenal Yesus. Mereka menyesal, karena takut menolong Yesus, justru Simon dari Arimatea yang mau menolong-Nya.

                Dalam suasana demikian, mereka pergi menangkap ikan di danau. Kita dengar, selama semalam itu mereka tidak mendapat ikan seekor pun. Kegelapan malam adalah simbol tanpa kehadiran Yesus. Tanpa Yesus, mereka memang gagal, tidak percaya diri, tidak berpengharapan. Waktu siang hari Yesus menemui mereka di pantai. Siang adalah simbol kehadiran Yesus. Bersama Yesus mereka menangkap banyak ikan.

                Dengan peristiwa ini, Yesus memesankan pada kita bahwa kegelapan, kegagalan, kematian adalah suatu pengalaman berharga yang bisa menimpa orang beriman. Kita berharap Yesus mendatangi kita untuk membawa terang, kebangkitan, keberhasilan, dan kebahagiaan. Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Siang adalah simbol kehadiran Yesus.

Senin, 01 April 2013

Renungan Harian: Kamis, 04 April 2013

Renungan Harian: Kamis, 04 April 2013

Kis 3:11-26; Luk 24:35-48

Damai Sejahtera Bagimu

            Rasa cemas, kecewa, takut yang tidak dikelola akan membuat manusia makin tak berdaya. Pikiran akan makin sempit, kedamaian makin sirna, bahasa komunikasi juga tidak menyegarkan. Dalam keadaan demikian sulit percaya pada sesuatu yang nyata sekalipun.

                Ketika Yesus yang bangkit datang di antara murid-murid-Nya, mereka mengira Yesus itu setan. Pikiran sempit sering mengatakan orang lain setan. Yesus mendatangi para murid, agar mereka yakin bahwa Yesus sudah bangkit. Yesus mempersilakan mereka meraba tangan dan kaki-Nya, bahkan Yesus meminta makanan. Yesus mau memotivasi para murid bahwa peristiwa kematian-Nya bukan membuat mereka takut, tapi sebaliknya harus membuat mereka berani mati dan berani bangkit. Kalau orang tidak berani mati, kemungkinan besar dia tidak berani bangkit. Yesus datang menanamkan rasa damai sejahtera. Dengan rasa damai murid-murid berani membuka pintu rumah, membuka diri, membuka pikiran, membuka hati, sehingga bangga sebagai pengikut Kristus

                Pengalaman cemas, kecewa, takut kadang mendatangi kita pengikut Yesus, tapi rasa damai yang dibawa Yesus hendaknya bisa mengatasinya. Kekuatan damai inilah yang menjadi kesaksian kita ke dunia bahwa kita pengikut Kristus. Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Kekuatan damai menjadi kesaksian kita ke dunia bahwa kita pengikut Kristus.

Renungan Harian: Rabu, 03 April 2013

Renungan Harian: Rabu, 03 April 2013

Kis 3: 1-10; Luk 24:13-35 - Rabu Oktaf Paska

 

Melihat dengan Cara Baru

 

            Level pembicaraan menentukan perlu atau tidak diserap isinya. Pembicaraan gombal dan basa-basi membuat orang senang tetapi hal itu belum tentu membawa kebahagiaan sejati. Pembicaraan menarik dan penting kalau di dalamnya kita menemukan inspirasi, yang membuat kita melihat dan memahami kenyataan dengan cara baru.

                Dua orang murid Yesus berbicara ketika mereka pergi ke Emmaus. Pembicaraan mereka awalnya biasa-biasa saja, tetapi sesudah Yesus bergabung dengan mereka, pembicaraan hangat dan hati mereka bergelora. Kemudian mereka mengundang Yesus, "Tinggallah bersama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam, dan matahari hampir terbenam." Mata kepala dan mata iman mereka terbuka melihat dan mengenal Yesus dengan cara baru. Penglihatan demikian memperbarui hidup mereka, dan memantulkan kekuatan rohani pada orang sekitar. Demikian juga orang yang disembuhkan Petrus membuat orang-orang yang melihat orang sembuh tersebut dengan cara baru dan mereka memuji Allah.

                Hendaknya kita juga mengajak Tuhan tinggal bersama kita. Dia akan membawa berkat yang memampukan kita untuk melihat dan memahami kenyataan hidup dengan cara baru. Sanggupkah kita? Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Hendaknya kita mengajak Tuhan tinggal bersama kita. 

Renungan Harian: Selasa, 02 April 2013

Renungan Harian: Selasa, 02 April 2013

 Kis 2: 36 – 41; Yoh 20: 11-18

Aku Telah Melihat Tuhan!

            Salah satu pekerjaan yang sulit adalah memberi kata penghiburan di saat keluarga menghadapi kematian, terlebih kalau anggota yang meninggal tersebut masih muda. Tangisan mengharukan kadang berisi pengharapan. Saat mata masih penuh air, saat hati diliputi kabut sedih, sulit menyampaikan makna kematian dan kebangkitan.

                Saat Maria Magdalena bertemu Yesus yang bangkit, matanya masih digenangi air tangisan, hatinya masih diliputi rasa permusuhan serta curiga. Dengan penglihatan dan hati demikian dia belum melihat Tuhan yang bangkit. Setelah Yesus menyebut "Maria", yaitu namanya sendiri, Maria Magdalena mampu melihat dan mengenal Yesus. Sapaan dan sabda Yesus membuka mata imannya sehingga dia bersaksi pada murid-murid dengan berkata, "Aku telah melihat Tuhan!"

                Yesus menyapa kita tiap hari dengan nama kita masing-masing. Mari menggunakan mata iman, agar kita mampu mengalami misteri kebangkitan dan kedamaian yang disediakan Tuhan. Mata kecurigaan tidak mampu mengubah kita ke arah yang baik. Mata kebaikan dan hati damai memampukan kita berucap, "Aku telah melihat Tuhan!" ketika berhadapan dengan kenyataan hidup. Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Mata kecurigaan tidak mampu mengubah kita ke arah yang baik.

Renungan Harian: Senin, 01 April 2013

Renungan Harian: Senin, 01 April 2013

Kis 2:14.22-32; Mat 28:8-15 - Senin Oktaf Paska

 

Bertemu Yesus yang Bangkit

 

            Para perempuan pagi-pagi buta pergi ke kuburan untuk meminyaki mayat Yesus yang mencintai mereka. Saya terus ingat cerita-cerita lama tentang orang yang meninggal tiba-tiba. Sering orang ketakutan, katanya jiwanya masih mondar-mandir. Yesus termasuk meninggal tiba-tiba, namun para perempuan dalam Injil hari ini berusaha melakukan yang terbaik walau ada rasa takut.

                Kebaikan hati para perempuan ini menghantar mereka untuk bertemu dengan Yesus yang bangkit. Pesan yang disampaikan oleh Yesus pada mereka adalah "Jangan takut!" dan Yesus yang bangkit mendahului mereka ke Galilea. Galilea adalah kota tempat Yesus dan para murid-Nya hidup dan beraktivitas bersama. Di sana ada mukjizat, air menjadi anggur. Sedangkan Yerusalem adalah tempat orang ketakutan dan tempat kematian. Yerusalem adalah tempat jual beli informasi sesat. Yesus berharap agar para murid kembali ke Galilea untuk meneruskan perjalanan dengan mental bangkit bersama Yesus yang bangkit.

                Galilea kita adalah tempat hidup kita sehari-hari. Yesus yang bangkit ada di rumah dan di pekerjaan kita masing-masing. Mari mendengar pesan dan salam Yesus yang Bangkit, "Jangan takut!", sehingga kita bisa mengelola rasa takut yang sering mendatangi kita agar kemudian kita mengalami damai. Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Yesus yang bangkit ada di rumah dan di pekerjaan kita masing-masing.

Jumat, 29 Maret 2013

Renungan Harian: Minggu, 31 Maret 2013

Renungan Harian: Minggu, 31 Maret 2013

Kis 10:34a,37-43; Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9 - Hari Raya Paska

 

Yesus Sungguh Bangkit

 

Kehadiran Yesus, Allah yang menjadi manusia memunculkan bahan pembicaraan hangat di daerah-Nya. Kata-kata yang diucapkan-Nya bernas dan berdaya membangkitkan semangat orang lemah, namun sering juga membuat gerah orang sombong dan munafik. Dengan bahasa kiasan beberapa kali dikatakannya bahwa Dia dan orang yang percaya pada-Nya akan menderita, mati namun kemudian bangkit.

Waktu Yesus menelusuri jalan salib-Nya pada umumnya masyarakat yang sempat kagum pada-Nya mulai ragu dan pesimis. Mereka menyaksikan bahwa Yesus jatuh tiga kali. Kejatuhan-Nya makin nyata ketika Dia diturunkan dari salib dan dikubur. Saat itu masyarakat yang pesimis tadi menyangka bahwa Yesus sudah jatuh seterusnya dan tamatlah riwayat-Nya.

Di Hari Raya Paska ini sungguh nyata bahwa Yesus, Allah yang menjadi manusia, bangkit dari kematian. Maria Magdalena dan para murid yang dikisahkan dalam Injil hari ini, memberi kesaksian bahwa Yesus sungguh bangkit. Peristiwa kebangkitan ini membuktikan apa yang dikatakan oleh Yesus Guru utama. Kebangkitan-Nya juga merupakan kebangkitan orang yang percaya pada-Nya. Orang yang percaya pada-Nya makin yakin bahwa orang beriman bukan orang  yang tidak pernah jatuh, tapi orang yang bisa bangkit di saat dia jatuh. Kebangkitan orang beriman akan bertahan dan memiliki daya rohani bersama Yesus yang bangkit. Selamat Paska! (GN)

 

Pelita Hati: Kebangkitan orang beriman akan bertahan dan memiliki daya rohani bersama Yesus yang bangkit