Rabu, 04 Juli 2012

Renungan Harian: Kamis 5 Juli 2012

Renungan Harian: Kamis 5 Juli 2012

Mat 9:1-8

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang.  Kemudian sampailah ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada si lumpuh,  "Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka berkatalah beberapa ahli Taurat dalam hatinya, "Ia menghujat Allah!" Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, "Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan,"Dosamu sudah diampuni' atau mengatakan,'Bangunlah dan berjalanlah?' Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa." Lalu berkatalah Ia kepada si lumpuh, "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.

 

ATAS NAMA SIAPAKAH KITA SERING BERTINDAK?

Amos dianggap sebagai seorang pribadi yang menjengkelkan, menjijikkan karena dia mewartakan pertobatan bagi seluruh orang Israel, termasuk bagi raja dan para imam. Maka Amazia membujuk raja agar memarahi Amos bukan hanya karena pewartaannya dianggap hina tetapi karena Amos dianggap melanggar tata aturan. Dia menganggap Amos "tidak ada", meskipun benar bahwa Amos bukanlah seorang nabi karena dia berasal dari keluarga peternak dan pemungut buah ara hutan. Amos juga bukan berasal dari Israel tetapi dari daerah selatan Judea.

Posisi Yesus mirip dengan posisi Amos. Ahli Taurat menghakimi Yesus dan menganggap-Nya tidak lebih dari seorang putra tukang kayu yang berubah menjadi rabbi. Ketika Yesus mengampuni dosa seorang yang lumpuh, Dia dituduh sebagai seorang penghujat yang merebut kekuasaan yang hanya dipunyai oleh Allah sendiri. Padahal Yesus adalah seorang yang ilahi, yang menjadi manusia.

Allah bertindak melalui kemanusiaan Amos dan Yesus, Putra Allah bertindak melalui kemanusiaan-Nya sendiri. Gerakan ini terus berlangsung hingga kini. Tidak ada imam yang mengampuni dosa-dosa dengan kuasanya sendiri di dalam sakramen Pengampunan Dosa. Imam bisa melakukan itu dengan kuasa Yesus yang diberi kepadanya melalui tahbisan. Dengan kuasa itulah juga Yesus berkarya dan menyelamatkan. Kata-katanya sungguh memberi kehidupan, ketika Dia bersabda kepada si lumpuh "bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu." Orang itu segera sembuh secara total dan mampu berjalan kembali, dan efeknya ialah orang banyak yang menyaksikan hal itu menjadi takut dan memuliakan Allah (JRS).

 

Pelita Hati: Allah bertindak melalui kemanusiaan Amos dan Yesus, Putra Allah bertindak melalui kemanusiaan-Nya sendiri.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar