Kamis, 22 Maret 2012

Renungan Harian: Senin 26 Maret 2012

Renungan Harian: Senin 26 Maret 2012

Yoh 8:1-11

Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Yesus duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus, "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan demikian. Apakah pendapatmu tentang hal ini?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan....

MEMBERI PENGAMPUNAN

Setiap orang begitu mudah menyalahkan seseorang dengan menghakimi orang itu secara beramai-ramai. Perbuatan ini banyak terjadi dalam kehidupan kita dewasa ini. Apabila ketahuan atau tertangkap seorang bersalah langsung dihakimi bukan diserahkan pada aparat hukum yang berwenang. Tidak jarang bahwa seorang yang bersalah telah meninggal baru diserahkan pada aparat hukum. Suatu perilaku yang sungguh mencerminkan ketidakberimanan dan ketidakmanusiawian. Setiap orang hanya bisa melihat dan menilai kesalahan orang lain sementara kesalahannya tidak.

Peristiwa mengerikan ini juga terjadi pada zaman Yesus. Dalam Injil yang kita dengar hari ini orang Farisi dan ahli-ahli Taurat membawa seorang perempuan berzinah ke hadapan Yesus. Mereka berharap agar perempuan yang tertangkap berbuat zinah itu dihukum mati. Akan tetapi, Yesus tidak sependapat dengan mereka, yaitu dengan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali dalam pelukan kasih-Nya. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempar batu kepada perempuan itu". Perkataan Yesus itu membuat orang Farisi dan ahli-ahli Taurat kaget. Mereka pun tak berani melempar perempuan itu sebab mereka tak luput dari dosa.

Masihkah kita hendak mencobai Allah dengan memalingkan hidup kita daripada-Nya? Mari kita belajar dari Yesus Putera Allah yang selalu siap memberi pengampunan bagi kita orang berdosa. Berkat kerahiman-Nya dosa-dosa kita selalu diampuni-Nya, asal kita berusaha untuk tidak berbuat dosa yang sama lagi (SKb).

 

Pelita Hati: "Pengampunan adalah tanda kerendahan hati yang mendekatkan kita pada Tuhan"

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar