Sabtu, 03 Maret 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 6 Maret 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 6 Maret 2012

Mat 23:1-12

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tapi tidak melakukannya. Mereka mengingat-ingat beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; Mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah suka disebut Rabi; Karena hanya satulah Rabimu, dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satulah Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan."

 

PENGIKUT KRISTUS

Sebagai pengikut Kristus kadang kala sikap hidup kita tidak jauh berbeda dari apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Kita mengharapkan agar orang lain melakukan sesuatu, tetapi kita sendiri  tidak mau menyentuhnya sama sekali. Kita mengajarkan, tetapi kita sendiri tidak melakukan apa yang kita ajarkan dalam perbuatan nyata setiap hari. 

Pertobatan yang benar, juga termasuk ketaatan kepada Allah, kemurnian, dan kemiskinan. Dengan bertobat kita memperoleh rahmat keselamatan dari Allah melalui Yesus yang kita sambut tiap hari dalam perayaan Ekaristi kudus. Dengan bertobat berarti kita mengutamakan kehendak Allah dan sesama dan menomorduakan diri. Yesus mengharapkan, kiranya kita rendah hati, mau mengabdi, melayani apa adanya, bukan cari hormat, tetapi tulus. Bersama St. Hesekios yang pestanya kita rayakan hari ini, "Marilah kita memulai kembali, karena sampai saat ini kita belum berbuat apa-apa".

Apakah kita telah rendah hati, mau mengabdi, melayani apa adanya dalam hidup harian kita? Kiranya kita merupakan orang yang demikian. Dengan itu, maka kita sungguh tepat disebut sebagai pengikut Kristus yang sejati. Semoga! (SKb)

 

Pelita Hati: "Keharmonisan hidup bagaikan keselarasan kata dan tindakan kita."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar