Minggu, 11 Maret 2012

Renungan harian: Selasa 13 Maret 2012

Renungan harian: Selasa 13 Maret 2012

Mat 18:21-35

Sekali peristiwa Petrus datang kepada Yesus dan berkata, "Tuhan, sampai berapa kalikah aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya,"Bukan ! Aku berkata kepadamu : Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan  Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Ketika ia mulai mengadakan perhitungan itu dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isteri dan segala miliknya untuk membayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah Dia, katanya : Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya : Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai ...

 

PENGAMPUNAN

Kebahagiaan jiwa ialah adanya rasa damai di dalam hati, damai dengan diri sendiri, orang lain, alam, dan dengan Tuhan. Sebaliknya, orang yang tidak bahagia adalah orang yang tidak memiliki rasa damai, sehingga sering timbul kekacauan dalam dirinya, tidak ada ketenangan, gelisah, sulit tidur, kurang selera makan, kurang bersemangat, tidak dapat berdoa, semua menjadi hampa. Kalau terjadi ketidakserasian dalam batin, maka pemulihannya tiada pilihan lain selain berdamai dengan diri, sesama, dan dengan Tuhan.

Yesus dalam Injil hari ini secara terang mengajarkan pengampunan, bukan hanya tujuh kali tetapi tujuh kali tujuh puluh. Hal ini berarti mengampuni tanpa batas. Padahal dari pengalaman kita sendiri, untuk melakukan pengampunan sekali saja rasanya amat sulit, jika sungguh-sungguh melakukan pengampunan. Tetapi tidak ada jalan lain untuk mencapai damai dan ketenangan batin, tanpa mengampuni sesama dan berdoa agar Tuhan memberi belas kasih-Nya pada kita.

Adakah orang tertentu yang menyakiti hatimu? Apakah kamu juga pernah menyakiti orang lain? Tentu sadar atau tidak kita pernah disakiti dan menyakiti sesama kita atau mungkin, anak, istri, suami, ayah, ibu di rumah. Jika demikian, mari kita saling mengampuni agar batin kita masing-masing damai dan tenang. Jangan tunggu hari esok untuk melakukannya. Semoga, ... (SKb)

 

Pelita Hati: "Mengampuni diri merupakan langkah pertama untuk berdamai dan menjadi sembuh terhadap diri sendiri dan sesama".

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar