Minggu, 11 Maret 2012

Renungan Harian: Jumat 16 Maret 2012

Renungan Harian: Jumat 16 Maret 2012

Mrk 12 : 28b-34

Sekali peristiwa datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya kepada-Nya, "Perintah manakah yang paling utama?" Jawab Yesus:"Perintah yang paling utama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita Tuhan Yang Esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada perintah ini." Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus, "Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan, bahwa Dia itu Esa, dan bahwa tidak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakar dan persembahan." Yesus melihat betapa bijaksana jawaban orang itu. Maka Ia berkata kepadanya,

"Engkau tidak jauh dari kerajaan Allah!" Dan tak seorang pun berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

 

PRIORITAS HIDUP

Apa prioritas hidupku? Ada empat daya spirit paling utama dalam diri manusia, yakni hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Allah mengaruniakan daya itu kepada kita untuk dihidupi dan diberi kebebasan untuk mengarahkannya. Namun demikian, dari kebebasan itu kita menyadari bahwa ada hal yang sangat prioritas dalam hidup kita. Hal prioritas itu wajib kita dahulukan sehingga tidak menjadi beban dalam hidup kita masing-masing.

Injil hari ini menegaskan bahwa prioritas hidup Kristiani adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan. Inilah hukum yang terutama. Buah dari Kasih akan Allah, akan menghasilkan kasih kepada sesama. Tanpa mampu mengasihi sesama mustahil kita mampu mengasihi Allah. Sesama merupakan wujud Allah yang hadir secara nyata di hadapan kita. Jadi, mengasihi sesama merupakan mengasihi Allah secara langsung. 

Apakah seluruh hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan seutuhnya telah kuarahkan kepada Allah? Jangan-jangan kita hanya pandai mengatakan bahwa kita mengasihi sesama. Tetapi ketika ada orang meminta bantuan kepada kita, eh ... kita malah cuek dan tidak peduli padanya. Bila demikian, artinya kasih kita terhadap Allah belum mantap. Benarkah? (SKb).

 

Pelita Hati: Hati yang lembut, akan membuahkan kasih yang terpancar dari Allah.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar