Sabtu, 04 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 7 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 7 Februari 2012

Mrk 7:1-13

Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dahulu, karena mereka berpegang pada adat-istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, "Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?" Jawab Yesus kepada mereka, "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis : Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat  ...

 

UNTUK ALLAH DAN UNTUK MANUSIA

Makan dengan tidak membasuh tangan merupakan sikap kurang baik dan bertentangan dengan kesehatan. Dari segi kesehatan dapat membawa bakteri penyakit terhadap makanan yang dimakan. Penyakit itu akan masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dimakan. Akibatnya, orang yang makan dapat terserang penyakit, seperti diare dan sebagainya.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menyoroti sikap para murid Yesus yang makan dengan tangan tidak dibasuh. Menurut mereka, tindakan itu tidak sesuai dengan adat istiadat nenek moyang.  Yesus pun tidak membenarkan para murid-Nya makan dengan tangan tidak dibasuh. Namun, Ia mengajak orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat untuk memahami hal yang lebih dalam akan Allah dan perintah-perintah-Nya. "Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Yesus mengajak mereka untuk selalu mendahulukan perintah Allah daripada aturan manusia. Bukan berarti bahwa Yesus mengajarkan mereka untuk mengabaikan adat istiadat nenek moyang melainkan untuk selalu mendahulukan perintah Allah dalam hidup. Yesus menginginkan agar adat istiadat terarah kepada Allah.

Dalam hidup harian kita juga adat sering lebih kita utama daripada perintah Allah. Kita beranggapan bahwa pelaksanaan adat tidak dapat ditunda sementara  perintah Allah bisa. Sesungguhnya, yang lebih penting dalam hidup kita adalah melaksanakan perintah Allah karena dari-Nya kita memperoleh keselamatan. Kiranya kita dapat memilih hal yang lebih penting dalam hidup kita. Semoga! (FP). 

 

Pelita Hati: "Melaksanakan perintah Allah  lebih penting dari segala apa pun di dunia ini."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar