Sabtu, 25 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 28 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 28 Februari 2012

Luk 11 : 29 – 32

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta pada-Nya. Karena itu berdoalah begini : "Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga, Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin." Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang,

Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang. Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

 

DOA DAN BERKAT

Seorang anak berusia sekitar 11 tahun dengan polos berkata kepada pastor parokinya, "Pastor saya mohon berkat dan doa dari Pastor karena besok saya akan menghadapi ujian sekolah. Dia berlutut, kedua tangannya terkatub sujud di hadapan pastor parokinya dan pastor paroki itu memberi berkat dan berdoa untuknya. Setelah selesai menerima berkat dan doa dia menyalam pastor parokinya sambil berterima kasih dan pergi dengan sukacita."

Betapa besar peranan doa bagi anak itu dalam menghadapi ujian sekolah. Ia percaya bahwa doa dapat mengantarnya untuk mengikuti ujian dengan tenang dan penuh konsentrasi sebab Tuhan akan mendampingi dan mengajarinya yang terbaik. Keyakinan itulah yang membuat anak itu meminta doa dan berkat kepada pastor parokinya.

Saudara-saudari terkasih, bacaan Injil hari ini mengingatkan kepada kita, betapa besar peranan Bapa dalam hidup kita sehari-hari. Ilustrasi di atas mau menggambarkan betapa Bapa itu lemah-lembut, sabar lagi penyayang, mendengarkan setiap doa dan permohonan dari anak-anak-Nya, dan mengabulkan permohonan itu sejauh hal itu dianggap baik dan tidak merugikan keselamatan nyawa anak-anak-Nya. Nah, marilah kita terus-menerus berusaha untuk bertekun di dalam doa sehingga kita boleh tetap setia kepada Allah Bapa yang mengasihi dan mencintai kita umat-Nya (SKw).

 

Pelita Hati: "Doa yang tulus dan penuh kepercayaan akan mengetuk pintu hati Allah."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar