Sabtu, 25 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Rabu, 29 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Rabu, 29 Februari 2012

Luk 11 : 29 – 32

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan akan menghukum mereka : Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!"

 

PERTOBATAN

Sangat menarik bahwa raja kota Niniwe menjadi sehati dan sejiwa dengan semua rakyat dewasa, anak-anak bahkan ternak pun berpuasa. Mereka bertobat dari kejahatannya karena mereka percaya kepada nabi Yunus yang diutus Allah untuk menyampaikan firman-Nya. Firman itu mereka laksanakan dalam hidup mereka melalui pertobatan. Allah melihat pertobatan mereka itu sehingga tidak jadi membinasakan kota Niniwe yang indah dan permai.

Nabi Yunus dan Yesus memiliki kesamaan yakni sama-sama utusan Allah. Bedanya Yesus bukan sekadar nabi tetapi manusia Allah yang diutus oleh Bapa. Hal ini Ia buktikan melalui berbagai mukjizat dan tanda yang dihadirkan-Nya. Tetapi orang-orang tetap tidak percaya dan tidak mau menerima pewartaan-Nya bahkan menuntut tanda. Yesus tidak mau membuat tanda kecuali mengetengahkan contoh nabi Yunus sebagai utusan dan tanda kuasa Allah untuk menghakimi.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita seperti orang-orang Niniwe yang percaya dan mau mengubah diri dari tingkah laku yang kurang berkenan di hadapan Allah hakim yang adil? Hanya kita sendirilah yang dapat menjawabnya. Jawaban kita merupakan gambaran diri kita di hadapan Allah yang Mahabaik (SKw).

 

Pelita Hati: "Pengikut Yesus harus berani mengubah diri dari tingkah laku yang kurang berkenan di hadapan-Nya"

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar