Selasa, 28 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat, 2 Maret 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat, 2 Maret  2012

Mat 5: 20-26

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,

"Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kalian telah mendengar apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum; Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; barangsiapa berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: Jahil!  harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkan persembahan di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau....

 

NILAI PLUS PENGIKUT KRISTUS

Seorang bapak berkomentar: "Menjadi pengikut Kristus itu susah. Karena yang diminta dari para pengikut Kristus itu sulit-sulit. Misalnya, tidak boleh bercerai, tidak boleh poligami, kalau diminta berjalan satu mil harus berjalan dua mil, kalau ditampar pipi kiri harus memberikan pipi kanan dan seterusnya..., maka saya tidak mau jadi orang Kristen. Coba kalau mudah, pasti dari dulu saya sudah jadi pengikut Kristus."

Komentar bapak itu, memang benar. Menjadi pengikut Kristus memang tidak mudah. Yesus sendiri bersabda dalam Injil hari ini: "Kalau hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan Surga." Kita tahu bahwa orang-orang Farisi dan para ahli Taurat adalah orang beragama tingkat atas di kalangan Yahudi. Mereka menguasai hukum Taurat dan terkenal saleh dalam penampilan mereka. Tetapi Yesus tidak ingin para pengikut-Nya hanya seperti itu.

Pengikut Yesus bukan hanya tidak boleh membunuh melainkan lebih dari itu. Marah, merendahkan, memusuhi sesama saudara juga tidak dibenarkan bagi para pengikut Kristus. Di sini Kristus menunjuk pada apa yang paling dasar dan yang menjadi akar. Tindakan membunuh bisa disebabkan oleh marah, berkata kasar, sikap merendahkan, dan lain-lain. Maka larangan membunuh dalam hukum Kristus menyangkut hal yang lebih mendasar, yakni akarnya. Seperti orang mencabut rumput; bukan hanya dipotong melainkan dicabut sampai ke akar-akarnya (SKw).

 

Pelita Hati: "Lebih baik mencabut akarnya daripada menebas batangnya."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar