Jumat, 31 Januari 2014

Renungan Harian: Sabtu, 1 Februari 2014

Sabtu, 1 Februari 2014

Bacaan I  : 2 Sam 12:1-7a.10-17

Mazmur   : 51:12-13.14-15.16-17

Bacaan Injil     : Mrk 4:35-41

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?

MENGHADAPI PERLAWANAN DAN KRITIK

Dalam hidup sehari-hari biasa kita menghadapi permusuhan atau kritikan dari orang lain. Mungkin karena mereka cemburu pada kita, atau mungkin mereka marah pada kita. Boleh jadi mereka menertawakan kita, atau memburuk-burukkan kita pada orang lain. Jika kita berusaha memberi tanggapan yang positif, mereka menuduh kita mau pamer. Kalau kita berusaha untuk bersikap baik, mereka menuduh kita menjilat atau cari muka.

Janganlah mundur ketika menghadapi banyak perlawanan atau kritikan. Yesus dan para murid pun selalu menghadapi hal serupa. Ingatlah satu hal: sebaik apa pun tindakan kita atau seserius apa pun kita bekerja, kita akan selalu menghadapi perlawanan dan kritikan. Ingat juga, anak-anak biasanya melempar batu pada pohon yang sedang berbuah. Kita jarang menemukan batu di bawah pohon beringin, tetapi dengan mudah kita mendapatkan batu di sekitar pohon mangga dan jambu. Karena itu, jika kita menghadapi perlawanan atau kritik, syukurilah! Boleh jadi, itu artinya kita telah melakukan sesuatu.

Perlawanan dan kritikan dalam kehidupan tidak selalu buruk. Apakah kita tahu bahwa ketika lepas landas, sebuah pesawat terbang melawan angin? Justru hal itu membuat pesawat itu cepat terangkat ke udara. Karena itu, ketika seseorang mengkritik bahkan menentang ide-ide kita, justru hal itu akan menyempurnakan ide-ide kita.

Cara terbaik dalam menghadapi tantangan yang kita temukan dalam kehidupan adalah meniru tindakan para murid ketika menghadapi badai: Menghadirkan Yesus dalam biduk kehidupan kita. Maka angin ribut akan tenang. (DEM)

Pelita Hati: Jangan mundur ketika menghadapi banyak perlawanan atau kritikan

@ Pelita Hati, Penerbit Bina Media Perintis Medan, 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar