Jumat, 31 Januari 2014

Renungan Harian: Jumat, 31 Januari 2014

Jumat, 31 Januari 2014

Bacaan I  : 2 Sam 11:1-4a.5-10,13-17

Mazmur   : 51:3-4.5-6a.6bc-7.10-11

Bacaan Injil     : Mrk 4:26-34

Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

BERKEMBANG DALAM PROSES WAKTU

Mikael  baru naik kelas tiga  SD. Suatu sore, bersama dengan ibunya, Mikael  pergi ke kebun untuk menyemaikan benih kembang. Keesokan harinya, ketika hari masih pagi, Mikael  bangun lalu bergegas untuk melihat benih yang ia semaikan. Demikian juga pada sore harinya. Melihat perilaku Mikael, ibunya berkata, “Nak sabar, ya! Benih itu akan tumbuh setelah beberapa hari.” Mendengar itu, Mikael  patah semangat dan tidak mau melihat tanaman itu lagi. Dua minggu kemudian ibunya berkata, “Nak, pergilah ke kebun. Lihatlah benih yang kamu semaikan itu!” Ketika tiba di kebun, Mikael heran melihat tunas-tunas muda di permukaan tanah yang sudah tumbuh dan berkembang.

Untuk melukiskan kerajaan Allah, Yesus menceritakan perumpamaan tentang benih yang tumbuh dan biji sesawi, biji yang paling kecil dari segala jenis biji. Dalam perumpamaan ini kata kunci ialah proses dan rahmat Allah. Proses mengandaikan waktu.

Perkembangan hidup rohani juga membutuhkan proses: tumbuh dan berkembang hingga menghasilkan buah berlimpah. Di sini amat ditekankan bahwa bukan usaha manusia yang harus dibanggakan, melainkan kasih karunia Allah. Demikianlah Allah membiarkan benih kasih-Nya tumbuh dan berkembang dalam hati orang. Karya Allah sering berkembang lewat hal-hal yang kecil dan sederhana. Namun demikian, justru hal-hal yang kecil dan sederhana itu—bila ditanam, dikembangkan dan dipupuk—akan menjadi sesuatu yang mengagumkan. (MES)

Pelita Hati: Penghakiman selalu tidak enak bagi orang yang tidak bersalah. Namun bagi orang bersalah, penghakiman menjadi jalan pertobatan

@ Pelita Hati, Penerbit Bina Media Perintis Medan, 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar