Jumat, 31 Januari 2014

Renungan Hairan: Selasa, 28 Januari 2014

Selasa, 28 Januari 2014

Bacaan I  : 2 Sam 6:12b-15.17-19

Mazmur   : 24:2.8.9.10

Bacaan Injil     : Mrk 3:31-35

Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

PERSAUDARAAN MENDALAM

Mengapa para penjajah Belanda dahulu dengan gampang menaklukkan daerah-daerah di Indonesia? Mereka menjalankan politik devide et impera, memecah-belah dan menguasai. Masyarakat Indonesia yang sebenarnya adalah saudara, dengan gampang diperdaya sebab dari antara kaum pribumi sendiri ada yang bersedia menjadi kaki tangan penjajah. Bahkan ada yang menjadi musuh dalam selimut, yang menghianati cita-cita dan perjuangan bersama.

Sikap keluarga Yesus dan ahli Taurat ternyata mirip. Saudara-saudara Yesus tidak memahami-Nya, tidak peka, tidak percaya dan menutup diri. Persaudaraan menurut darah dan daging ternyata tidak menjamin bahwa orang dapat menjadi sehati dan seperasaan. Kunjungan para saudara-Nya menjadi kesempatan bagi Yesus untuk menjelaskan makna persaudaraan baru yang tidak dijalin berdasarkan hubungan darah.

Gereja adalah persaudaraan baru yang dibangun di sekitar Yesus. Persaudaraan baru ini menjadikan cita-cita Injil sebagai pedoman kesatuan. Inilah semangat persaudaraan yang diperjuangkan oleh Yesus. Suatu persaudaraan yang terbuka bagi semua orang dari segala suku, bangsa dan bahasa. Di tengah maraknya nepotisme dan koncoisme, Gereja, yaitu umat Kristen ditantang untuk memperlihatkan kepada dunia suatu alternatif bentuk persaudaraan baru di mana masing-masing berupaya memperjuangkan kehendak Allah. Komunitas Kristen mesti tampil untuk memperjuangkannya. (MES)

Pelita Hati: Harta adalah sarana kita untuk bertemu dengan Tuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar