Rabu, 22 Januari 2014

Rabu, 22 Januari 2013 BERANI BERBUAT BAIK

Rabu, 22 Januari 2013

Bacaan I     : 1 Sam 17 : 32-33.37.40-51

Mazmur    : 144: 1.2.9-10

Bacaan Injil : Mrk 3:1-6

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

BERANI BERBUAT BAIK

Sekuntum bunga membutuhkan matahari untuk menjadi bunga. Seorang manusia membutuhkan cinta kasih untuk menjadi manusia. Satu-satunya yang paling penting di dunia ini adalah menjadi manusia yang baik. Dekatilah semua manusia yang berada dalam kesusahan. Jadilah bagi mereka tempat perlindungan dan pelabuhan.

Allah adalah Kasih! Sikap Yesus sangat menyolok dan menarik perhatian banyak orang, baik oleh orang-orang yang memusuhi-Nya, maupun orang-orang yang sungguh percaya pada-Nya. Sikap Yesus itu adalah tetap bertekun dan bertahan pada prinsip-Nya untuk berbuat baik atas dasar kasih, dan demi manusia putra-putri Bapa-Nya. Yesus bukan pembangkang atau perusak peraturan dan hukum yang berlaku, tetapi justru mau menanamkan suatu nilai baru di atas peraturan dan hukum yang sudah ada.

Setiap hari kita berhadapan dengan banyak peraturan dan hukum yang mengatur tata laku hidup kita. Ada peraturan dan hukum Negara dan peraturan hukum Gereja, serta dari adat dan budaya setempat. Bagaimana seharusnya sikap, pandangan dan pemahaman kita terhadap suatu peraturan dan hukum? Kita perlu belajar dari sikap Yesus yang menomorsatukan keselamatan jiwa serta sukacita dan kebahagiaan hidup manusia. Semua hukum dan peraturan itu hanya sarana. Bukan tujuan! Apa keinginan kita sekarang: maukah kita mengikuti jalan Tuhan? (MES)

Pelita Hati: Roh kudus menghidupkan, menolong, dan mempersatukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar