Jumat, 24 Januari 2014

PESTA BERTOBATNYA ST.PAULUS RASUL

Sabtu, 25 Januari 2014

Bacaan I  : Kis 22: 3-16 atau Kis 9: 1-22

Mazmur   : 117: 1.2

Bacaan Injil : Mrk 16: 15-18

 

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

PESTA BERTOBATNYA ST.PAULUS RASUL

Adalah sebuah berita yang menggemparkan dunia dan mengundang decak kagum serta keheranan orang banyak, bila seorang penjahat ulung yang sangat terkenal dalam dunia kelamnya bertobat dan kembali ke jalan hidup yang benar. Apalagi kalau setelah itu dia diberi gelar “santo.” Itulah pengalaman dan proses pertobatan Saulus menjadi Paulus. Ketika jemaat Gereja Perdana mulai membentuk perkumpulannya, muncullah Saulus sebagai aktor penangkap dan penjeblos orang-orang Kristen ke penjara dan menjadi saksi praktik-praktik sadis penganiayaan dan pembunuhan.

Panggilan dan perjumpaannya dengan Yesus telah mengubah hidup dan pandangannya secara total dan utuh. Seratus delapan puluh derajat, dia berbalik dan bertobat. Ia memulai arah hidup yang baru. Dia terkenal sebagai rasul yang paling berani dan tidak pernah takut mewartakan Injil Kristus tanpa pamrih ke mana saja.

Sebenarnya Anda dan saya juga, dalam momen-momen tertentu, sudah didekati dan disapa oleh Tuhan Yesus. Mungkin selama ini kita kurang peka mendengar sapaan Tuhan. Mungkin juga pikiran, hati, mata, dan telinga kita terlalu sarat dan penuh kebisingan dan kesibukan; atau mungkin sudah tersilau dan tersumbat oleh kemilau dan keindahan serta kenikmatan-kenikmatan dunia di sekeliling kita. Mari kita mempertajam kepekaan dan kemampuan kita untuk melihat, mendengar, dan merasakan sentuhan Tuhan, lalu bertobat. (MES)

Pelita Hati: Mari  belajar untuk berpandangan positif terhadap sesama kita dalam suasana tobat yang mendalam.

@ Pelita Hati, Penerbit Bina Media Perintis Medan, 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar