Rabu, 04 September 2013

Renungan Harian: Kamis, 05 September 2013

Renungan Harian: Kamis, 05 September 2013 

Kol 1:9-14; Luk 5:1-11

Mukjizat yang Ajaib

            Segala peristiwa yang dialami oleh manusia kadang dibiarkan berlalu begitu saja. Namun, penemuan dari para tokoh ilmu pengetahuan, membantu kita untuk menghargai dan menyimak secara mendalam setiap peristiwa hidup kita. Saya beri contoh, banyak orang memasak air. Air itu makin panas mengeluarkan uap juga panas. Hal ini biasa tetapi hanya James Watt yang memikirkan kemungkinan uap itu menjadi daya penggerak mesin. Maka lahirlah mesin uap yang memotori revolusi industri Eropa. Bagaimana dengan Yesus?

                Lukas menghubungkan panggilan para Murid dengan sebuah penangkapan ikan yang ajaib. Ada dua hal yang ditampilkan di sini. Di satu pihak, kerinduan manusia untuk mendengar Yesus harus dipenuhi dengan pewartaan Sabda yang sungguh memberikan penghiburan dan pembebasan. Dan di pihak lain, Ia menunjukkan kepada Petrus bahwa kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka selalu membawa berkat. Maka Ia berkata kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus tidak yakin dengan suruan itu maka ia mengatakan, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak mendapat apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga. Hasilnya adalah mereka menangkap ikan yang jumlahnya besar sampai jala mereka hampir koyak. Dari peristiwa ini jelas bagi kita bahwa Yesus mampu melihat tanda-tanda  di mana ada ikan. Kemampuan yang demikian tidak dimiliki seorang nelayan seperti Petrus. Jelas bahwa Yesus adalah seorang pribadi yang luar biasa. Petrus pun merasa tidak layak di hadapan-Nya.

                Banyak dari antara kita hidup di dunia dengan berbagai peristiwa yang membutuhkan bantuan dan keterlibatan kita. Kadang kala kita menutup mata hati kita untuk melihat, malahan kita berjalan tanpa menghiraukan apa yang terjadi. Misalnya banyak orang yang diperlakukan tidak adil, banyak anak-anak katolik yang tidak mendapat pendidikan dan pendampingan baik dalam iman maupun moral. Ada yang beranggapan bahwa itu bukan urusan saya. Itu tanggung jawab orang lain. Yesus memberikan contoh kepada kita dengan menyembuhkan mereka yang sakit, meneguhkan mereka yang tidak memiliki harapan hidup, membantu Petrus dan teman-teman yang sudah kerja semalaman tapi tidak mendapat apa-apa. Dengan tindakan ini Ia membebaskan mereka dan membuka mata mereka terhadap makna kehidupannya. Maka ini dapat diringkas dalam ungkapan: “mari kita ikut serta dalam kehidupan Allah sendiri”. (MN)

 

Pelita Hati: Anda melihat dan terlibat, anda menciptakan mukjizat yang ajaib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar