Rabu, 04 September 2013

Renungan Harian: Jumat, 06 September 2013

Renungan Harian: Jumat, 06 September 2013

Kol 1:15-20; Luk 5:33-39

Saling Berlawanan

            Dalam diskusi-diskusi entah di TV, surat kabar atau diskusi langsung antara para pengurus gereja sering muncul ide, gagasan atau sikap yang berbeda/berlawanan. Tujuannya hanya satu, yakni demi suatu pembaharuan. Perikop Injil hari ini memaparkan pembicaraan antara Yesus dengan para ahli Taurat dan orang Farisi tentang Puasa. Kepada kelompok ini Yesus dengan tegas mengatakan bahwa ada saatnya untuk mereka berpuasa. Untuk menjelaskan hal ini Ia mengemukakan kiasan tentang mempelai serta perumpamaan mengenai pakaian dan kantong kulit.

                Yesus sadar bahwa Ia membawa suatu realitas baru kepada dunia, yang tidak dapat dibandingkan dengan apa saja yang sampai sekarang dialami dan dikenal manusia. Realitas baru yang  dibawa oleh Yesus itu yakni sebuah pembaharuan batin dan sikap hidup manusia.  Dalam kaitan dengan ini, Lukas lebih peka melihat sikap pembaharuan Yesus dibandingkan dengan kedua penginjil sinoptik lainnya. Oleh karena itu, melalui ungkapan Yesus, Ia hendak menegaskan bahwa betapa saling berlawanan tata susunan kedua perjanjian suci. Namun, perlu ditegaskan bahwa semangat pembaharuan Injil Yesus Kristus tidak mengenal kompromi.

                Bagaimana dengan suasana Gereja saat ini? Sikap konservatif seperti ahli Taurat dan orang Farisi juga melanda kehidupan umat kristiani saat ini. Semua pembaharuan selalu dipandang sangat negatif. Malah ada yang mengatakan bahwa gerakan gereja dahulu lebih bagus dari gerakan sekarang. Gerakan gereja dahulu lebih memperhatikan umat dengan memberikan sumbangan dibandingkan dengan gerakan gereja sekarang yang menuntut umat untuk terlibat dalam pengembangan gereja. Ada yang bertanya mengapa harus ada sumbangan-sumbangan, mengapa harus ada partisipasi dari umat, dana mandiri, dan lain sebagainya? Berhadapan dengan kenyataan seperti ini kalau Yesus datang pada saat ini, mungkin orang yang berpandangan demikian juga akan mendapat kecaman-Nya (MN).

 

Pelita Hati: Bukalah dirimu untuk menerima pembaharuan dari Tuhan dan sesama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar