Minggu, 04 Agustus 2013

Renungan Harian: Selasa, 06 Agustus 2013

Renungan Harian: Selasa, 06 Agustus 2013

Dan 7:9-10.13-14; 2Ptr; Luk 9:28b-36 – Pst. Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

           

Merasakan Kemuliaan Allah

            Melalui sakramen Permandian dan dalam setiap kali kita mengikuti perayaan sakramen lain terutama sakramen Ekaristi kita bertemu dengan Tuhan yang senantiasa menyapa kita. Kalau kita sadari pertemuan dengan Tuhan membuat kita tidak layak di hadapannya karena kedosaan dan kehinaan kita. Namun demikian, Tuhan menyapa kita dan membersihkan kita.

                Firman Tuhan  dalam Injil hari ini hendak menegaskan bahwa mengikuti Yesus Kristus dan terlebih mengikuti perintah-Nya tidak mudah, mengapa? Karena perjalanan-Nya penuh dengan tantangan. Orang harus siap bukan saja untuk menerima penghinaan dan penolakan melainkan harus berani berkorban. Orang harus berani menghayati suatu hidup batin yang melepaskan diri dari segala keamanan yang diberikan oleh dunia ini. Dari sebab itu orang yang benar-benar mau menjadi pengikut Yesus harus berani melepaskan segala kemauannya sendiri. “Bertolaklah lebih dalam” merupakan ajakan agar kita senantiasa mengikuti suara hati kita dan berani memberi kesaksian dan mengikuti   Yesus. Simon Petrus mau melaksanakan perintah Yesus sebab dia yakin perintah itu adalah baik dan benar. Dengan menuruti perintah-Nya berarti Petrus juga sudah menjadi murid Yesus yang mendengarkan dan melaksanakan perintah-Nya. Sikap kemuridan itulah yang memungkinkan terjadinya keajaiban. Ia menangkap sejumlah besar ikan hingga jalanya koyak. Keajaiban itu membuka mata Simon Petrus atas pernyataan kuasa ilahi dan tanda hadirnya yang Mahakudus. Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita hanya mau melaksanakan dan memaksakan kemauan  padahal kita sendiri lupa memohon pertolongan dan tuntunan dari Tuhan akibatnya hidup kita sering dangkal dan tidak mendalam (MES).

 

Pelita hati : “Orang yang berbahagia adalah orang yang mengarahkan seluruh hidupnya kepada Allah lewat kesaksian hidup. Orang itu adalah orang yang berdoa seperti Santo Fransiskus Assisi: “Tuhanku dan segalanya.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar