Sabtu, 31 Agustus 2013

Renungan Harian: Selasa, 03 September 2013

Renungan Harian: Selasa, 03 September  2013

1 Tes 5:1-6.9-11; Luk 4:31-37 – Pw. Santo Gregorius Agung

 

Berusahalah untuk Membebaskan Sesamamu

 

            Santo Gregorius Agung adalah Paus dan Pujangga Gereja. Ia lahir di Roma, pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemilliana juga dihormati oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya bernama Gordianus tergolong orang yang kaya raya dan berasal dari keluarga bangsawan. Pada usia 33 tahun, Gregorius menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik di Roma pada saat itu. Namun, Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang Anggur-Nya, maka Gregorius meletakkan semua jabatannya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Tahun 586, ia dipilih menjadi Abas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar-pasar kota Roma. Tahun 590, ia diangkat menjadi Paus. Gregorius adalah Paus Pertama yang mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia dikenal sebagai seorang Paus yang masyur, negarawan, dan administrator ulung pada awal abad pertengahan dan Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan-tulisannya yang berbobot, maka ia diberi gelar Pujangga Gereja Latin. Meskipun demikian, ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai “Abdi para abdi Allah” (Servus servorum Dei). Ia meninggal dunia tahun 604.

                Semangat Santo Gregorius ini diinspirasi oleh semangat Yesus sendiri. Yesus sebagai seorang Guru yang masih muda usianya, tampil dalam pewartaan-Nya yang langsung menyerang segala sesuatu yang melumpuhkan kebebasan manusia. Kritik yang tajam dan pedas ditujukan kepada para pemimpin agama Yahudi bahkan Yesus mengajak mereka untuk tidak memberikan beban yang berat kepada orang-orang miskin dan tertindas. Ia juga menyerang roh-roh jahat dan kekuatan-kekuatan kosmis yang menekan manusia. Karena sadar akan diri-Nya sendiri, persekutuan-Nya dengan Allah dan komit akan tugas perutusan-Nya, Yesus bertindak dengan wibawa untuk memerdekakan saudara-saudara-Nya dari tekanan-tekanan yang melumpuhkan itu. Kita sebagai pengikut Yesus juga dipanggil dan ditugaskan yang sama bukan untuk memberikan beban berat, menindas dan menghakimi orang lain melainkan menjadi sang penyelamat, pembebas, dan pemberi kehidupan bagi sesama kita (MN).

 

Pelita Hati: Berusahalah untuk membebaskan orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar