Sabtu, 10 Agustus 2013

Renungan Harian: Sabtu, 10 Agustus 2013

Renungan Harian: Sabtu, 10 Agustus 2013

2 Kor 9:6-10; Yoh 12:24-26 – Pesta St. Laurentius

 

Mengobarkan Cinta Kasih

Tema penting yang mau disampaikan dalam bacaan Injil hari ini adalah tentang kaitan antara iman dan cinta kasih yang benar.  Kunci utama untuk menggapai hidup bahagia itu terletak pada cara pandang kita pada kehidupan dan bagaimana mengisinya. Perlu menanamkan kasih yang benar.

                Kasih yang benar dan sejati merupakan rangkuman dari segala perintah yang berkaitan dengan sesama manusia. Kasih yang ikhlas tidak cepat tersinggung, tidak gembira atas ketidakadilan dan tak terbatas kesabarannya. Hanya manusia yang rendah hati dapat memahami dan menghayati keajaiban cinta sejati: selalu dan di mana saja bersedia mengampuni. Hanya karena kasih sejati dari Yesus Kristus yang dengan rela menyerahkan hidup-Nya bagi kita yang berdosa membuat kita layak menjadi pengikut Kristus.

                Dalam bacaan Injil hari ini kita diajak dan diarahkan supaya ikut bertanggung jawab pada semua yang terjadi pada lingkungan dan masyarakat kita dan kita mau memberitakan yang baik demi keselamatan dan kebahagiaan pada semua orang yang kita jumpai. Warta gembira yang kita beritakan akan sangat membantu dalam mewujudkan perdamaian dalam masyarakat. Dengan ini jelas bahwa cinta persaudaraan yang benar merupakan kesempurnaan dari semua perintah yang membimbing setiap tingkah laku kita terhadap semua saudara kita, sebab orang yang benar-benar mencintai tidak akan pernah sampai menyusahkan siapa pun dan tetap akan memandang sesamanya secara positif. Dengan cara ini dia akan menggapai hidup bahagia. Hal itu sudah dipraktikkan oleh Santo Laurentius yang hari ini kita pestakan. Santo Laurentius memberi kesaksian bukan dengan kata-kata tetapi lebih dengan tindakan nyata. Sering kali kita terlalu banyak berbicara dengan pembelaan ini dan itu tetapi lupa pada tindakan nyata. Injil hari ini dan terlebih teladan Kristus yang nyata dalam diri Santo Laurentius mengajak kita kembali bagaimana mewujudkan cinta kasih yang benar. Beranikah kita mencintai? (MES)

 

Pelita Hati : Api kepercayaan tidak membara begitu saja dalam diri. Kita harus menyalakan apinya lebih dulu dalam diri kita untuk kemudian kita pancarkan kepada yang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar