Minggu, 04 Agustus 2013

Renungan Harian: Rabu, 07 Agustus 2013

Renungan Harian: Rabu, 07 Agustus 2013

Bil 13:1-2a.25-14.:1.26-29.34-35; Mat 15:21-28

 

Keyakinan Teguh Perempuan

 

Mateus menggambarkan perempuan dalam Injil hari ini sebagai partner/rekan dialog yang aktif yang berani berhadapan dengan Yesus, dengan argumen teologis yang berlawanan. Pernyataan Yesus yang eksplisit, “Aku diutus hanya untuk domba yang hilang dari rumah Israel” dan “tidak adillah mengambil makanan dari anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” sangatlah kasar dan keras. Hal ini bertentangan dengan perasaan Yesus yang biasanya menawan, lembut, penuh rasa hormat, dan belas kasihan. Ada yang lebih mengejutkan lagi ialah meskipun kata-kata Yesus pedas, perempuan itu tidak menyerah tetapi MENANTANG Yesus dengan pernyataan yang sama kuatnya: “YA, TUHAN BAHKAN ANJING-ANJING PUN MAKAN REMAH-REMAH YANG JATUH DARI MEJA TUANNYA.” Implikasi dari tanggapan perempuan “anjing-anjing makan dari remah-remah yang jatuh” adalah bahwa “orang-orang kafir begitu juga orang Yahudi sama-sama diberikan makan oleh Allah. Ungkapan perempuan ini  dapat juga diartikan warta keselamatan terbuka untuk semua orang; orang-orang kafir pun harus diikutkan dalam warta keselamatan.

                Mateus merujuk makna khusus kepada perempuan itu dan intervensinya. Dengan merujuk secara khusus kepada tempat seperti Tyre dan Sidon (daerah orang kafir) dan makna perempuan Kanaan (penduduk pribumi tanah Kanaan dan musuh lama orang Israel), Mateus menyajikan perempuan itu sebagai musuh politik orang Yahudi sekaligus orang luar religius. Ia bertemu dengan Yesus di tempat umum daerah kaum pria. Dalam versi Mateus, perempuan itu digambarkan sebagai kritik sosial yang mengubah norma tradisional dan konvensi yang berhubungan dengan peran perempuan.

                Sebagai kesimpulan, wanita Kanaan dalam cerita itu adalah simbol suara profetis (kenabian). Ia digambarkan sebagai kritik sosial yang menantang/melawan konvensi-konvensi (aturan-aturan) pada zamannya yang bersifat memperbudak bahwa seorang perempuan seharusnya tidak patut muncul di depan umum. Ia berani mengubah batas-batas pemahaman tradisional tentang identitas dan misi Yesus - “Dia yang diutus hanya untuk domba Israel yang hilang.” Ia menggugat Yesus untuk menyertakan kaum kafir di antara pewaris aksi keselamatan-Nya. Maka, ia telah menjadi murid Yesus yang sejati yang dipuji oleh Yesus karena imannya yang besar. Seperti nabi dalam perjanjian lama, wanita nampaknya dipenuhi dengan Roh Kudus dan kekuasaan Allah untuk berbicara atas nama Allah, dan mengungkapkan kehendak Allah untuk Yesus dan untuk nabi anak perempuannya (MES).

Pelita Hati: Kuakui dengan mulutku, “Ya Allah kekal, Kasih-Mu menciptakan surga, tetapi kesetiaan-Mu kokoh melebihi langit.” (Mzm 88: 2).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar