Sabtu, 10 Agustus 2013

Renungan Harian: Minggu, 11 Agustus 2013

Renungan Harian: Minggu, 11 Agustus 2013

Keb 18:6-9; Ibr 11:1-2.8-19;Luk 12:32-48 – MB XIX

 

Belajar Berbagi

 

Kecemasan yang keterlaluan terhadap pengamanan diri dan keterkaitan dengan harta benda sering membuat kita menjadi hamba keserakahan. Bahkan tidak jarang kita dengar dan saksikan bahwa ada orang yang sampai bunuh membunuh untuk memperebutkan harta warisan orangtuanya sendiri. Kita juga menyaksikan bahwa orang membangun pagar berlapis untuk menjaga keamanan rumahnya. Bahkan lebih hebat lagi ada orang-orang tertentu yang menyewa pihak keamanan untuk menjaga dirinya. Cara-cara ini hanya bersifat sementara.

                Dalam Injil hari ini Yesus memperingatkan para pendengarnya akan pentingnya menjaga diri dengan bersiap. Kata waspada yang beberapa kali diucapkan oleh Yesus hendak menandaskan bahwa kita tidak pernah tahu kapan kematian merenggut jiwa kita. Karena itu, secara positif Injil hari ini hendak menandaskan bahwa kita perlu senantiasa siap sedia menerima maut.Tidak perlu terlalu kuatir. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menguasai diri. Salah satunya dengan melawan ketamakan. Bahaya ketamakan dan keserakahan sering membuat diri kita menjadi takut berlebihan. Pesan penting yang mau disampaikan lewat Injil  sangat jelas yakni berupa undangan agar menjalani satu hidup tenang  dengan menggunakan harta  secara bertanggung jawab dan juga kerelaan untuk membaginya bagi mereka yang sangat membutuhkan.

Kemauan untuk berbagi akan membuat kita kaya di hadapan Allah.  Injil hari ini merupakan satu undangan untuk mengumpulkan harta surgawi dengan menjalani satu kehidupan yang dijiwai oleh Roh Allah. Kehidupan  yang dijiwai Roh akan dapat mengatasi kehampaan hidup dan pada akhirnya mengajak kita untuk senantiasa mau berbagi. Kalau sudah begini masihkah kita Takut? (MES)

 

Pelita Hati : Dalam hidup sarana dan harta benda lainnya jangan sampai kita pakai sebagai tujuan hidup. Kalau harta yang menjadi tujuan hidup kita maka pada akhirnya kita akan mengalami kehampaan hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar