Sabtu, 31 Agustus 2013

Renungan Harian: Minggu, 01 September 2013

Renungan Harian: Minggu, 01 September 2013

Sir 3:19-21.30-31; Ibr 12: 18-19.22-24a; Luk 14:1.7-14 – MB XXII (Minggu Kitab Suci Nasional)

 

Hendaklah Bersikap Rendah Hati

            Dalam liburan ke kampung halamannya, seorang mahasiswa duduk dekat seorang bapak yang sudah berumur, berpakaian sederhana dan sangat polos. Dalam perjalanan itu bapak itu mengambil Rosario dari saku celananya dan berdoa. Mahasiswa itu melihat keheranan. Setelah bapak itu berdoa, mahasiswa itu bertanya, bapak masih percayakah akan hal-hal seperti ini? Doa Rosario itu barang kuno. Bapak itu menjawab, saya percaya. Engkau bagaimana? Kata orang tua itu. Jawab mahasiswa itu, saya tidak percaya hal-hal sia-sia seperti itu. Saya hanya percaya hal-hal ilmiah agar dapat maju dan saya juga mempelajari banyak ilmu baru. Bapak itu berkata, saya kurang mengerti, bolehkah saya mempelajari ilmumu itu? Mahasiswa itu menjawab, apa bapak bisa membaca? Nanti saya kirim bahannya. Bolehkah saya mendapat alamat bapak? Bapak itu mengambil kartu nama dan memberikannya kepada mahasiswa itu. Dalam kartu nama itu tertuis: Prof. Dr. Luis Pasteur, Institut Penelitian Paris. Mahasiswa itu akhirnya malu dan tidak bertanya lagi.

                Dunia dewasa ini adalah dunia yang penuh persaingan. Ada dua kelompok manusia yang hidup dalam dunia ini. Yang rendah hati dan yang sombong. Orang yang rendah hati selalu menyembunyikan identitasnya dan  menilai serta  memandang orang lain secara positif. Sedangkan orang yang sombong selalu berjuang untuk menguasai orang lain dengan ilmu pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya. Kisah Injil hari ini menampilkan dua ajaran Yesus, yakni: Kerendahan hati dan cara menentukan orang yang mau diundang ke pesta. Di satu pihak Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk bersikap rendah hati, yang selalu siap melayani. Dari pihak lain, para murid juga diajak untuk terbuka terhadap semua orang. Tidak boleh terjadi bahwa orang-orang yang sederhana terhalang untuk mengikutinya. Masing-masing orang harus merasa betah dalam kebersamaan itu atau perjamuan itu. Kedua tuntutan ini sungguh penting maka marilah kita berjuang menerapkannya dalam hidup dan pelayanan kita (MN).

 

Pelita Hati: Orang yang rendah hati akan dihargai sedang yang sombong tidak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar