Rabu, 07 Agustus 2013

Corak Pelayanan Kita



Corak Pelayanan Kita
*Sdr. Hiasintus Sinaga, OFMCap.

Titipan Para Saudara  Pendahulu

Mendengar penuturan umat di Aekkanopan tentang kehadiran dan pelayanan serta perjuangan para saudara pendahulu,  acapkali membuat saya sontak bangga sebagai seorang kapusin.  Air muka umat saat berkisah tentang saudara kita  mengisyaratkan kegembiraan dan kebanggaan mereka yang tulus akan saudara-saudara kapusin terdahulu dan pendahulu kami. Kisah hidup dan pelayanan serta pergumulan para saudara pendahulu mendapat respek yang tulus dan masih tetap hangat di kalangan umat sampai saat ini.

Minat  umat untuk bercerita dan antusiasme mereka mendengar cerita tentang kesaksian hidup dan pelayanan para saudara pendahulu merupakan bukti yang sangat otentik bagi saya bahwa para saudara kita  adalah orang-orang  yang sangat dekat dengan umat melalui cara hidup dan pelayanan. Dorongan batin atau disposisi batin mereka untuk berbela rasa dengan umat sungguh kuat.  Hal itu sangat dirasakan umat sampai sekarang.

Selain itu kebutuhan umat dewasa ini sudah mereka lihat pada belasan atau puluhan tahun yang silam.  Mereka cukup visioner. Apa yang dulu mereka  serukan melalui obrolan saat kunjungan stasi, saat berkotbah dan pada waktu berkatekese,  dewasa ini semakin disadari  oleh umat  sebagai kebenaran.  Umat yang berupaya dan bertekun melalukan seruan para saudara pendahulu, sekarang sangat bersyukur dan berterima kasih atasnya karena sudah menikmati faedahnya. Sementara mereka yang tidak perduli dengan apa yang dinasehatkan saudara-saudara pendahulu terpaksa gigit jari dan menuai penyesalan.

Sekali lagi, itulah menjadi bukti mengapa saya katakan bahwa para saudara pendahulu adalah orang-orang yang cukup visioner.  Saudara kita mampu melihat cukup jauh ke depan dan  benar-benar mampu “hadir” di masa depan itu sendiri.  Saudara kita tidak berkhayal kosong tetapi bermimpi indah karena memiliki kecerdasan menilai jaman dan perkembangannya.

Secuil Tentang Kami

Corak pelayanan yang berbela rasa dan visioner merupakan modal kekayaan yang  dititipkan para saudara pendahulu untuk dipelihara dan ditumbuh-kembangkan. Nilai dan semangat  pelayanan berbela rasa tetap sama kendati pengejawantahannya boleh berpenampilan baru.  Sementara itu, visi pelayanan tidak cukup hanya menjadi keyakinan batin yang kuat secara pribadi,  tetapi sangat perlu dirumuskan secara terang benderang sehingga menjadi milik dan keyakinan bersama. Inilah yang menjadi komitmen awal kami.

Bertitik tolak dari visi yang sudah terumus,  kami mengurai bentuk-bentuk perutusan-perutusan seturut skala nilai dan prioritas kemendesakannya. Hal itulah yang diterjemahkan dalam bentuk program kongkrit lengkap dengan jadwal pelaksanaan dan evaluasinya.  Pengagendaan program kerja sudah harus tertuang sejak awal tahun dalam bentuk Agenda Umum Paroki selama satu tahun. Agenda Umum Paroki untuk setiap tahun kami cantumkan dalam Buku Notulen Sidang Paripurna untuk dibagikan kepada DPP, seksi-seksi, rayon dan stasi-stasi.

Evaluasi yang teratur terhadap geliat pelayanan dengan setia kami jalankan. Setiap hari Senin,  tim pastoral yang terdiri dari Parokus, dua pastor rekan, frater TOPper, dua suster dan seorang sekretariat  mengadakan rapat evaluasi atas pelayanan sepekan yang baru berlalu.  

Butir-butir penting dari evaluasi tim pastoral diusung ke rapat Dewan Pastoral Paroki (DPP) setiap  bulan  pada hari Minggu pekan kedua. Peserta Rapat DPP setiap bulan terdiri dari Tim Pastoral, Pengurus Inti dan anggota DPP.  Pada saat rapat DPP,  seksi-seksi diundang secara bergiliran sesuai dengan kemendesakan program seksi yang bersangkutan. Jika seksi tertentu membutuhkan pengangkatan kepanitiaan untuk melaksanakan programnya, DPP akan membentuk kepanitiaan secara resmi dengan memanggil rapat istimewa.

Dari Tim Pastoral dan DPP ditunjuk satu atau dua orang sebagai pemerhati khusus untuk setiap seksi dan rayon.  Dengan demikian butir-butir evaluasi yang dipetik dalam Rapat Bulanan DPP tidak lupa untuk dikoordinasikan ke tingkat seksi-seksi dan rayon.

Paroki St. Pius X Aekkanopan terdiri dari 5 (lima) rayon.  Pengurus rayon ini disebut dengan Dewan Pastoral Rayon yang terdiri dari Pengurus Inti (ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara) dan para Ketua Dewan Stasi se-rayon sebagai anggota. Setiap rayon mengadakan pertemuan (rapat evaluasi program dan pemberdayaan pengurus serayon) sebanyak empat atau lima kali dalam satu tahun. Pertemuan pengurus rayon ini lazim disebut dengan Sermon Rayon.  Sermon Rayon dipimpin oleh pengurus inti rayon sedangkan kehadiran pemerhati dari Tim Pastoral dan DPP kurang lebih sebagai pemberi masukan pemberdayaan dan supervisor atas evaluasi program rayon agar linked  dengan program paroki.

Setelah program berjalan setengah tahun, DPP memanggil sidang  evaluasi tengah tahun yang disebut dengan Rapat Presidium I. Peserta Sidang Presidium adalah Tim Pastoral, DPP, Pengurus Inti Rayon, dan Pengurus Inti setiap Seksi. Pelayanan pastoral yang sudah terselenggara selama 6 bulan dievaluasi secara bersama dan program yang belum berjalan 6 bulan ke depan dipersiapkan secara teratur pula dalam Sidang Presidium I.

Sekitar setengah tahun kemudian Sidang Presidium II digelar. Dalam Sidang Presidium II program setengah tahun yang baru berlalu dievaluasi sambil menggodok program tahun berikut untuk mendapat pengesahan dalam bentuk keputusan pada saat  Sidang Paripurna.

Segera setelah Sidang Presidium II diselenggarakan, Tim Pastoral dan DPP mesti banting stir untuk berpacu mempersiapkan Sidang Paripurna dalam rentang waktu 3 atau 4 minggu. Setelah itu, peserta Sidang Presidium berkumpul kembali bersama para Pengurus Inti Dewan Pastoral Stasi separoki ditambah dengan utusan unit-unit dan tokoh umat untuk mengikuti Sidang Paripurna. Dalam Sidang Paripurna tidak ada lagi evaluasi yang berkepanjangan. Butir-butir evaluasi penting dari berbagai persidangan selama satu tahun serta program rekomendatif dipaparkan ulang oleh DPP untuk mendapat persetujuan dari peserta Sidang Paripurna. Selebihnya, Sidang Paripurna dikemas dengan berbagai animasi serta masukan pemberdayaan sekaitan dengan penekanan derap langkah bersama yang lebih serius untuk satu tahun ke depan. Selain itu warna pertemuan persaudaraan yang rekreatif selama persidangan juga diupayakan. Dan  sebagai bagian dari perutusan persidangan Perayaan Misa Meriah bersama umat  dipersiapkan dengan baik.

Seikat  Simpul

Corak pelayanan yang berbela-rasa dan visioner yang dititipkan saudara-saudara pendahulu, itulah yang kami perjuangkan untuk semakin berbuah secara baru sehingga pelayanan kita memiliki aura kapusin dari waktu ke waktu. Evaluasi yang baik dan berkesinambungan atas pelayanan itu sendiri  merupakan pola anutan kami yang paling utama.  Dengan terpeliharanya evaluasi pelayanan yang berkala dan berjenjang, kami sangat terbantu untuk semakin terhindar dari  pelayanan yang asal-jadi. Koordinasi yang terjamin sungguh menjadi sarana yang ampuh menghalau godaan untuk menjadi pemain tunggal favorit. Semangat untuk semakin memastikan arah pelayanan dan konsentrasi untuk mempertajam mutu bidikannya sungguh meyakinkan kami akan terciptanya sasaran pelayanan yang dan tepat guna dan laik zaman.

Dari waktu ke waktu, kami sungguh mengalami jatuh bangun untuk memelihara evaluasi pelayanan yang berkala dan berjenjang itu. Energi juga cukup terkuras untuk menjamin koordinasi pelayanan yang kondusif.  Dan untuk semakin memastikan arah, dan mempertajam mutu bidikan pelayanan itu,  kami harus sangat berjuang untuk mampu belajar lagi di atas meja dan atas pengalaman kegagalan-kegagalan yang terjadi.

Corak hidup yang berbela rasa dan visioner dalam persaudaraan komunitas Aekkanopan juga merupakan perjuangan kami bersama sebagai saudara kapusin. In fact, satu sama lain  kami memiliki banyak perbedaan. Karena perbedaan yang ada,  tidak jarang juga terjadi ketegangan. Akan tetapi ada satu hal yang indah dalam persaudaraan kami, yakni keinginan baik untuk mengerti satu sama lain dan penginsyafan bersama bahwa kami sudah memilih sebagai saudara untuk selamanya. Kesetiaan untuk berdoa, makan dan rekreasi bersama menjadi kami yakini menjadi penyubur keindahan yang ada. Hal itu cukup mendapat penegasan dalam kapitel rumah kami yang terakhir. Itulah  wujud dan usaha kongkrit kami untuk menjadi saudara yang berbela rasa dan visioner di komunitas kami. Salam.

*Sdr. Hiasintus Sinaga, OFMCap., adalah Pastor Paroki St. Pius X Aekkanopan, Labuhan Batu Utara. Dia juga Vikaris Episkopalis St. Mathias Rasul, Aekkanopan, Keuskupan Agung Medan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar