Minggu, 14 Juli 2013

Renungan Harian: Senin, 15 Juli 2013

Renungan Harian: Senin, 15 Juli 2013

Kel 1:8-14.22; Mat 10:34-11:1 - Pw. Santo Bonaventura

Risiko sebagai Pengikut Yesus

Mungkin kita sering mendengar dan menyanyikan Mazmur “Tuhanlah Gembalaku takkan kekurangan aku”. Isi Mazmur ini menggambarkan bahwa bersama Tuhan hidup kita tenang dan senang, tidak berkekurangan dan terjamin. Namun, kontras dengan hal itu, Yesus pada hari ini justru menasihatkan kepada para murid bahwa mereka akan berhadapan dengan bahaya. Mereka bisa saja digiring oleh para penguasa, disesah, dibenci, dianiaya bahkan dibunuh. Dengan kata lain, mengikut Yesus adalah menjalani kehidupan yang sarat dengan tantangan, pergumulan, dan risiko. Mereka akan terpisah dengan keluarga mereka sendiri;  Ayah, Ibu, Anak, Menantu, dan Mertua. Itu berarti pengasingan. Pengasingan sama dengan penderitaan berat. Kemudian Yesus menambahkan, hal layak tidaknya seseorang menjadi pengikut Yesus, itu dilihat dari seberapa besar kasih orang itu kepada Tuhan dibandingkan kasih terhadap orangtuanya. Kasih kepada Tuhan harus melebihi kasih kepada orangtua. Menjadi pengikut Yesus berarti sanggup memikul salib. Memanggul salib itu sama dengan menerima risiko yang sangat berat baik secara fisik maupun psikis.

Kita bisa membayangkan apa yang ada di benak para murid. Mereka berpikir dengan menjadi murid dan pengikut Yesus mereka akan menikmati apa yang mereka harapkan selama ini. Mereka berharap bahwa pada suatu saat Yesus akan tampil sebagai Mesias yang akan mengembalikan kejayaan kerajaan Israel seperti pada zaman Raja Daud. Dengan demikian, mereka para pengikut Yesus akan otomatis menjadi orang-orang terdekat-Nya dalam pemerintahan dan hidup tenang, senang, dan damai akan menjadi milik mereka.

Menjadi pengikut Yesus mempunyai konsekuensi dan risiko yang berat dan besar. Mengambil risiko ini tidaklah gampang. Kita harus siap untuk menerima kepahitan dan penderitaan. Yesus tidak pernah menjanjikan bahwa mengikut Dia, anda akan mengalami sukses besar, untung berlipat ganda, dan tak ada tangisan. Menjadi pengikut Yesus membutuhkan kesungguhan, komitmen, dan pengorbanan yang besar. “Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”. (AP)

 

Pelita Hati: Menjadi pengikut Yesus mempunyai konsekuensi dan risiko yang berat dan besar.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar