Rabu, 24 Juli 2013

Renungan Harian: Sabtu, 27 Juli 2013

Renungan Harian: Sabtu, 27 Juli 2013

Kel 24:3-8;  Mat 13: 24-30

Menjadi Gandum Tuhan

 

Perumpamaan tentang ilalang di ladang gandum memberikan pemahaman bahwa yang baik dan yang  jahat bisa berada dalam satu tempat yang sama. Hal ini nyata dalam penciptaan manusia. Allah mencipta manusia baik adanya. Namun, ternyata di sela-sela waktu, ada kejahatan yang menyeruak dalam diri manusia itu. Kejahatan itu buah dari ambisi serta keinginan untuk mementingkan diri sendiri. Kejahatan ini buah dari pembangkangan terhadap hakikat manusia itu sendiri. Manusia ingin lepas kendali dan semaunya sendiri. Keadaan ini terus bertumbuh dalam hidup manusia. Sikap ini pun bisa bertumbuh menjadi besar, mengakar dengan kuatnya, dan melekat dengan eratnya. Maka tidak heran jika ada manusia yang sangat keji dan sadis sekali. Semakin jahat semakin bangga. 

Mungkin kita berpikir, kenapa Tuhan tidak membunuh ilalang atau kejahatan itu dari dalam diri manusia? Kenapa Tuhan tidak melindungi sehingga manusia baik terus adanya? Tapi, Tuhan tidak berpikiran demikian. Tuhan malahan memberikan keduanya kesempatan untuk bertumbuh dalam diri manusia. Pertumbuhan itu tidak dihalangi-Nya. Tuhan memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih. Manusia menentukan pilihannya untuk tetap tumbuh sebagai gandum, tidak menjadi ilalang. Dengan pilihan itu maka pada akhir zaman, buahnya kebahagiaan abadi. Demikian juga dengan pilihan sebaliknya. Jika ilalang yang dipupuk bertumbuh dalam diri, pada akhir zaman akan dihadiahi neraka abadi. Nah, mari kita menentukan sikap, bertumbuh sebagai gandum Kristus atau ilalang iblis? Di ladang Tuhan ini (dunia ini)  kita menjadi gandum atau ilalang? (AP) 

 

Pelita Hati: Kejahatan itu buah dari ambisi serta keinginan untuk mementingkan diri sendiri.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar