Sabtu, 20 Juli 2013

Renungan Harian: Sabtu, 20 Juli 2013

Renungan Harian: Sabtu, 20 Juli 2013

Kel 12:37-42;  Mat 12:14-21

 

Menjadi Seorang yang Lemah-lembut

 

Dalam kehidupan bermasyarakat, pemegang kuasa sering bertindak sewenang-wenang, tidak takut akan siapa pun, boleh melakukan apa pun dan diidentikkan dengan orang yang menakutkan karena bisa berbuat apa saja semaunya. Pemimpin atau penguasa seperti ini pasti banyak merugikan masyarakat khususnya masyarakat kecil yang tidak berdaya.

Dalam Injil hari ini Yesus digambarkan sebagai  Pribadi Allah (penguasa) yang lemah-lembut, hidup dalam kesederhanaan, menghendaki dan berpihak kepada kebenaran, berbelas kasih, tidak menghukum orang yang bersalah atau berdosa, datang untuk menyelamatkan manusia. Kelemah-lembutan dan kebaikan Allah itu dinyatakan dengan sabda, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang”. Orang yang jatuh dalam kesalahan, tidak dihukum-Nya tetapi dirangkulnya agar mendapat keselamatan.

Semua kita, dalam arti tertentu adalah pemimpin dan pemegang kuasa. Kekuasaan yang kita miliki hendaknya bukan untuk menindas orang demi mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, tetapi harus kita pergunakan untuk melayani dan menolong orang lain terutama mereka yang menderita, memberi semangat bagi orang yang berputus asa, berpihak kepada orang kecil dan senantiasa mau memaafkan. Semoga kita menjadi seorang yang lemah-lembut (AP).

 

Pelita Hati: Semua kita, dalam arti tertentu adalah pemimpin dan pemegang kuasa.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar