Jumat, 07 Juni 2013

Renungan Harian: Selasa, 11 Juni 2013

Renungan Harian: Selasa, 11 Juni 2013

 2 Kor 1:18-22;Matius 5:13-16 - Pw St. Barnabas Rasul

Hidup menjadi Bermakna

 

Kita tentu mengenal garam dan terang. Dua kata ini merupakan kebutuhan hidup  yang tidak bisa tidak harus ada dalam kebutuhan kita. Mengapa Yesus sampai menyebut kita “kamu adalah garam” dan “kamu adalah terang dunia”.  Garam mempunyai banyak kegunaan dalam hidup kita, khususnya untuk makanan; demikian juga kita membutuhkan penerangan . Dua hal yang pasti tak bisa dihiraukan begitu saja dalam kehidupan harian kita. Makanan tanpa garam adalah hambar dan tidak ada rasa. Takaran garam pun harus tepat, sebab jika berlebihan akan tidak berguna; terang yang berlebihan akan menjadi silau. Jika garam itu tidak ada atau tidak sesuai takarannya  maka makanan itu tidak berguna dan akan dibuang dan demikian juga dengan terang , kalau terlalu menyilaukan maka  akan dimatikan.

Kini Yesus menjadikan kita garam itu; menjadikan kita terang itu. Ini berarti hidup kita yang mengimani Yesus harus membawa rasa, makna, dan berkat bagi orang lain. Hidup kita harus bercahaya bagi orang lain. Lewat karya dan perbuatan-perbuatan baik itulah kita menjadi bermakna bagi orang lain sebagai sarana dan  berkat. Jika itu kita hadirkan dalam hidup kita  maka kita benar-benar garam dan terang dunia seperti yang dikatakan Yesus.  Hidup kita harus berguna bagi kehidupan bersama, menjadi rahmat  bagi setiap orang.  Santo Barnabas telah membuktikan dirinya menjadi garam dan terang bagi dunia. Lewat karya dan pewartaannya dalam melayani umat. Barnabas mengajar umat tentang Kristus yang hidup dan meneguhkan umat dengan teladan hidupnya yang saleh. Dia mempertobatkan banyak orang dan mengajak semua orang untuk setia pada Tuhan. Kita pun diajak untuk meneladani karya Santo Barnabas, menjadi garam dan terang dunia. Maukah kita? (FP)

 

Pelita Hati: Hidup kita harus bercahaya bagi orang lain.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar