Selasa, 04 Juni 2013

Renungan Harian: Sabtu, 08 Juni 2013

Renungan Harian: Sabtu, 08 Juni 2013

Tb 12:1.5-15.20; Mrk 12:38-44

 

Semangat yang Semu dan yang Benar

 

Dalam rapat paripurna di sebuah paroki, ada satu bagian yang selalu dilaporkan kepada seluruh peserta yakni  keuangan paroki secara keseluruhan dan terperinci. Bendahara paroki membacakan laporan pemasukan yang bersumber dari hasil kolekte umat, intensi misa, uang salam, dana mandiri, dana pembangunan dan sumber-sumber yang lain. Adalah seorang yang memberikan sumbangan untuk gereja tetapi diminta untuk tidak menyebutkan namanya bahkan ia katakan bahwa silahkan pastor mengelolanya demi pelayanan di paroki. Di dalam laporan keuangan paroki dengan bijak pastor menempatkannya di bagian penerimaan lain-lain dan ternyata seorang peserta yang adalah anggota keluarganya mulai angkat bicara dan langsung menuding bendahara dan pastor pencuri dan makan uang karena nama anggota keluarganya yang memberi sumbangan tidak disebutkan.

Bacaan hari ini mengisahkan bagaimana sikap hati seseorang dalam memberi sesuatu kepada Tuhan atau sesama manusia. Kelompok orang banyak yang memasukkan uang ke peti dengan jumlah yang besar dan janda miskin yang hanya memasukkan satu peser dua duit mengantarkan kita untuk melihat makna dan nilai dari suatu pemberian. Di mata manusia pasti orang kagum, puji dan senang melihat mereka yang memberikan banyak dibandingkan dengan janda yang hanya seberapa pemberiannya. Akan tetapi, di mata Tuhan lain. Tuhan tidak melihat besar kecilnya tetapi sikap dan ketulusan hati orang yang memberi. Karena itu, maka kepada para murid Yesus berkata bahwa pemberian si janda miskin meskipun sedikit tetapi nilainya lebih besar dari mereka yang memberikan dengan jumlah yang besar. Orang banyak itu memberi banyak supaya dilihat dan dipuji tetapi si janda miskin memberi dari kekurangannya.

Sebagai anggota gereja Katolik kita juga dihadapkan dengan kebiasaan dan aturan-aturan yang berkaitan dengan uang dan semangat memberi. Ada uang yang kita berikan melalui kolekte setiap ada perayaan liturgi, ada dana-dana wajib lainnya seperti dana paroki, dana APP, dana pembangunan dan iuran-iuran yang lain. Bagaimana sikap hati kita saat memberikan semua itu? Apakah dengan sukarela ataukah dengan bersungut-sungut? Seberapa pun yang kita berikan baik itu dilihat orang atau tidak, sejauh mana pengorbanan waktu dan tenaga kita bagi Tuhan dan sesama Tuhan selalu memperhatikannya dan menilainya dari sikap hati kita yang tulus. Semoga kita mau terbuka untuk memberikan apa yang kita miliki kepada Tuhan dan sesama (Dom).

 

Pelita Hati: Semoga kita mau terbuka untuk memberikan apa yang kita miliki kepada Tuhan dan sesama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar