Sabtu, 01 Juni 2013

Renungan Harian: Sabtu, 01 Juni 2013

Renungan Harian: Sabtu, 01 Juni 2013

Sir 51:12-20; Mrk 11:27-33 - Pw St. Yustinus Martir

 

Didiamkan oleh Tuhan

 

                Dalam kehidupan kita, Tuhan cukup menyatakan diri lewat karya dan perbuatan-Nya, lewat alam ciptaan, sabda Kitab Suci, dan perbuatan-perbuatan ajaib. Tetapi orang sering masih sebatas melihat tanda, dan tidak dapat melihat artinya, mendengar kata-kata, tanpa mengerti maknanya, karena orang bermaksud jahat tidak mau melihat, tidak mau mendengar. Hal ini akan membuat Allah diam kepada manusia.

Dalam Injil dikisahkan cerita tentang bagaimana sikap Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua terhadap Yesus. Sudah lama mereka mengamati Yesus: perbuatan-Nya menakjubkan, orang yang percaya kepada-Nya semakin hari semakin bertambah. Hal ini ternyata semakin mengusik hati para Imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua terutama dalam kaitan dengan kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Sebenarnya dari tanda-tanda yang dibuat oleh Yesus berupa mukjizat, dan perbuatan lainnya yang penuh dengan kuasa ditambah dengan semakin banyaknya orang yang percaya dan mencari Dia, mereka bisa mengerti bahwa Kuasa-Nya itu dari Allah. Akan tetapi, dasar tidak mau percaya dan yakin maka mereka mau mencoba dan mencari kesalahan Yesus dengan mempertanyakan kuasa yang ada pada-Nya. “Dengan kuasa manakah Engaku  melakukan hal-hal itu? Yesus yang telah mengetahui niat hati mereka tidak memberikan jawaban-Nya kepada mereka.

                Manusia juga dapat didiamkan oleh Tuhan, karena dosa daging yang tidak disesalinya, karena hati palsu yang hanya mempersalahkan Tuhan, menutup diri terhadap terang. Keadaan Tuhan seperti itu dapat dikatakan bahwa ia sudah sangat parah. Hanya mukjizat Tuhanlah yang dapat menyembuhkan kebutaan itu. Sudah begitu banyak yang kita lihat, kita dengar tentang Yesus bahkan telah merasakan kebaikan dan kasih-Nya. Masihkah ada sikap keragu-raguan dan tidak mau percaya kepada kuasa-Nya? Semoga mata hati iman kita semakin terbuka untuk melihat dan mengimani-Nya dalam hidup kita (Dom).

 

Pelita Hati: Hanya mukjizat Tuhanlah yang dapat menyembuhkan kebutaan itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar