Jumat, 07 Juni 2013

Renungan Harian: Rabu, 12 Juni 2013

Renungan Harian: Rabu, 12 Juni 2013

2 Kor 3:4-11; Matius 5:17-19

Yesus Penyempurna di dalam Kehidupan

 

Perkataan Yesus dalam Injil hari ini mengajak kita untuk lebih memahami dan mengerti siapa Yesus itu sebenarnya. Yesus berkata demikian karena ada suatu ketegangan yang disebabkan kesalahpahaman  tentang diri-Nya dan apa tujuan dari karya-Nya.  Orang memahami dan menganggap bahwa Yesus mulai berkarya dan menyatakan bahwa hukum Yahudi tidak bernilai sehingga tidak perlu ditaati bahkan harus ditiadakan.  Hukum Taurat itu adalah hukum yang disampaikan nabi Musa kepada bangsa Israel dan kitab para nabi adalah kitab yang disampaikan dan diajarkan oleh nabi-nabi Israel. Anggapan ini ternyata tidak tepat karena Yesus sangat menghormati warisan keagamaan Yahudi walaupun  Ia kadang-kadang mengkritik perkembangannya yang terkadang dalam kehidupan sangat merugikan.

Kehadiran Yesus tentu untuk menggenapi, yaitu apa yang belum sempurna, disempurnakan-Nya; apa yang belum terisi, diisi-Nya; dan apa yang belum lengkap, dilengkapinya.  Maka pewartaan yang disampaikan oleh nabi-nabi Israel belum lengkap dan itu harus disempurnakan oleh Yesus.  Yesus mau hukum itu bukan saja ditulis dengan baik tetapi harus direalisasikan di dalam kehidupan. Di dalam seluruh hukum itu yang paling berharga bagi Yesus adalah kasih. Kasih di atas segala-galanya. Hukum itu dapat berjalan dengan baik kalau dilandasi dengan kasih. Kasih itu nyata dan kelihatan kalau hukum itu diberlakukan secara sama kepada setiap orang. Hukum itu tidak hanya dilakukan secara lahiriah belaka; manusia harus berusaha sampai kepada jiwa, hati dari hukum itu sendiri dan dilakukan dengan sepenuh hati dan murni.  Maka yang dikehendaki Yesus adalah  para pengikut-Nya harus setia kepada Allah yang menyatakan diri-Nya dalam hukum-Nya dengan harus setia secara baru, sebab hukum itu sudah diajarkan dengan penuh wibawa dan makna oleh Yesus.  Apa yang besar di mata dunia bisa tidak berarti dan  bahkan kecil di mata Allah. Kita pun harus berani menjadikan hukum itu bermakna dan membangun hidup kita dengan penuh  kasih. Ketika hukum itu dijalankan dengan baik dan penuh keadilan saat itu Yesus menggenapi hukum itu. Bagaimana hukum itu diberlakukan di tengah kehidupan kita? (FP)

 

Pelita Hati: Hukum dapat berjalan dengan baik kalau dilandasi dengan kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar