Jumat, 07 Juni 2013

Renungan Harian: Minggu, 09 Juni 2013

Renungan Harian: Minggu, 09 Juni 2013

1Raj 17:17-24; Gal 1:11-19; Luk 7:11-17 – MB X

Yesus Sumber Kehidupan

 

Kata-kata Yesus kepada  si janda  dalam Injil hari ini tentu saja menghentak seluruh hidup kita. Secara manusiawi sikap yang dilakukan oleh si janda dapat kita maklumi. Si janda menangis menghadapi dukacita yang menimpa  anaknya yang meninggal. Juga orang banyak ikut merasakan situasi yang dialami oleh si janda tadi. Barang kali hanya karena kebetulan Yesus melihat situasi di kota itu. Ada apa, kok begitu ramai orang? Yesus mencoba menghampiri mereka dan melihat situasi yang terjadi di situ. Melihat situasi  itu  Yesus ikut “merasakan” dukacita yang terjadi. Yesus tahu bahwa si perempuan janda itu sangat membutuhkan penghiburan, sehingga muncul rasa belas kasihan. Belas kasihan itu dilanjutkan dengan komunikasi, apa sebenarnya yang terjadi. Kata-kata Yesus sungguh menguatkan si janda itu dengan berkata: “Jangan menangis”. Yesus menunjukkan belas kasih-Nya bukan hanya dengan kata-kata penghiburan, tetapi bertindak dengan melakukan sesuatu, yakni menyentuh si anak yang mati itu dan menyuruhnya bangkit. Tindakan Yesus ini sungguh-sunguh terjadi yaitu si anak itu segera bangkit. Dalam peristiwa ini jelas bahwa Yesus berkuasa atas hidup dan mati. Yesus bukan hanya sebagai nabi yang sering disebut dalam Perjanjian Lama, melainkan lebih dari sekadar nabi. Dia penguasa atas hidup dan maut.  Yesus adalah keselamatan; Yesus adalah kehidupan dan maut dikalahkan-Nya.

Pembangunan kehidupan religius dimulai dengan suatu kematian untuk sampai kepada kehidupan. Kehadiran Elia nampaknya memang mengingatkan masa silam janda yang malang, seperti tertulis dalam bacaan pertama dalam kitab Raja-raja. Dari lain pihak kehadiran-Nya menjadi berkat bagi keluarga yang malang tersebut, karena janda itu menerima kehadiran nabi yang mewartakan sabda Allah. Peristiwa yang dilakukan oleh Yesus ketika berhadapan dengan janda Naim, karena dirundung malang atas kematian anak tunggalnya. Kehadiran Yesus di dalam peristiwa malang yang terjadi di tengah keluarga ini  tentu saja memberikan kegembiraan kepada janda itu, karena Yesus ternyata menjadi harapan di dalam situasi kehidupan yang sangat berat.  Yesus yang memberikan kehidupan  dan Dialah yang berkuasa atas manusia (FP).

 

Pelita Hati: Yesus yang memberikan kehidupan  dan Dialah yang berkuasa atas manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar