Sabtu, 01 Juni 2013

Renungan Harian: Minggu, 02 Juni 2013

Renungan Harian: Minggu, 02 Juni 2013

Kej 14:18-20; 1 Kor 11:23-26; Luk 9:11b-17 - HR Tubuh dan Darah Kristus

 

Bukan kurang lebih tetapi Utuh

 

Di salah satu paroki setiap tahun selalu diadakan program pembinaan bagi para calon penerima Komuni Pertama. Penyusunan program pembinaan diatur sedemikian rupa sehingga acara penerimaan komuni pertama jatuh pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Tentu ada alasannya yakni pada hari itulah hari sukacita besar di mana untuk pertama kali para calon komuni pertama menerima Tubuh dan Darah Kristus. Saat di mana mereka semakin menyatu dengan Kristus dan sebaliknya Kristus menyatu dengan mereka.

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sering disebut juga dengan Hari Raya Sakramen Mahakudus. Sakramen Mahakudus berkaitan dengan Ekaristi yang adalah puncak dan pusat spiritualitas kristiani. Kisah Yesus memberi makan kepada lima ribu orang dalam Injil hari ini mengandung dua aspek yakni belas kasihan Tuhan dan kerinduan hati manusia. Yesus yang melihat orang banyak lalu tergerak hati-Nya karena belas kasih sehingga Ia memerintahkan para murid-Nya untuk memberi mereka makan. Yesus mengambil lima roti dan dua ikan lalu menengadah ke langit, mengucap berkat lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak. Setelah dibagi-bagikan dan orang banyak itu ternyata makan sampai kenyang bahkan lebih. Peristiwa ini juga yang kita rayakan bersama ketika ada perayaan Ekaristi. Setiap kali kita mengikuti perayaan Ekaristi, ada satu kerinduan di hati kita untuk berjumpa dengan Tuhan entah kita sadari atau tidak. Begitu juga Allah yang melihat kita berkumpul bersama selalu menaruh belas kasih-Nya kepada kita sehingga Ia memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk kita terima dalam komuni kudus.

Bagaimana dengan kita, setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi, sadarkah kita akan kerinduan apa yang ada dalam diri kita sehingga mau berjumpa dengan Yesus? Dan sebaliknya sadarkah kita bahwa pada saat itu Yesus hadir dan memandang kita dengan belas kasihan-Nya? Mari dan silakan buka mata dan telinga iman kita untuk melihat dan mendegarkan apa yang akan dikatakan dan diperbuat Yesus bagi diri kita ketika mengikuti perayaan Ekaristi (Dom).


Pelita Hati: Yesus hadir dan memandang kita dengan belas kasihan-Nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar