Selasa, 11 Juni 2013

Renungan Harian: Kamis, 13 Juni 2013

Renungan Harian: Kamis, 13 Juni 2013

2 Kor 315-4:1.3-6; Matius 5:20-26 – Pw St. Antonius dari Padua

 

Cinta akan Firman Tuhan

 

Hari ini kita mengenang Santo Antonius dari Padua.  Dia lahir di Lisabon, Portugal pada tahun 1195. Nama kecilnya sebelum masuk biara adalah Ferdinand. Sejak masa mudanya ia  tertarik pada doa, studi, dan karya-karya rohani. Pada awalnya ia masuk ke Ordo Santo Agustinus dan kemudian ia pindah ke Ordo Fransiskan karena ia terdorong dan terpesona atas teladan para martir Fransiskan. Setelah bergabung dengan persaudaraan Fransiskan dia mendapat nama baru yaitu Antonius.    Banyak orang bertobat karena mendengar khotbahnya yang sangat luar biasa mendalam hingga menyentuh jiwa setiap orang yang mendengarnya.  Dia dijuluki sebagai pengkhotbah ulung. Antonius juga dikenal sebagai seorang yang berpendidikan yang mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa, khususnya dalam ilmu ketuhanan. Karena kehebatannya, Paus Gregorius menjulukinya sebagai “ahli kitab Suci”. Kepintaran yang dimilikinya dipersembahkannya untuk Tuhan dan seluruh ciptaan. Di samping itu, Santo Antonius dikenal juga sebagai perantara doa untuk menemukan barang yang hilang. Kedekatan dan penyerahan dirinya kepada Tuhan membuat Santo Antonius mampu merasakan kenikmatan rohani yang sangat luar biasa.

Apa yang dialami oleh Santo Antonius  merupakan buah dari ketekunannya merenungkan sabda Tuhan dalam hidupnya. Ketekunannya berdoa dan merenungkan isi Kitab Suci membuat dirinya semakin bersatu dengan Tuhan. Yesus mengajak setiap orang untuk mendasarkan hidup dari-Nya. Sikap yang dikehendaki-Nya dari kita adalah mau menyadari kelemahan kita dan mengakui keberdosaan kita. Kita sering berbuat salah dan jahat di hadapan sesama dengan Tuhan bahkan dengan sesama ciptaan. Dalam kelemahan itu, kita saat ini diajak Yesus untuk menjauhkan sikap-sikap amoral yang membuat manusia itu jauh dari-Nya. Setiap orang yang melakukan kejahatan baik itu melalui perkataan tentu akan dihukum. Dalam perkataan Yesus ini, kita semakin diajak terus-menerus untuk menjadi pembawa damai, yakni berdamai dengan seluruh ciptaan. Santo Antonius telah mengalami kedamaian itu lewat pertobatan dan karya-Nya bagi setiap orang. Maukah kita meneladani cara dan semangat hidup Santo Antonius ini berlandaskan Sabda Tuhan? (FP)

 

Pelita Hati: Yesus mengajak setiap orang untuk mendasarkan hidup dari-Nya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar