Minggu, 19 Mei 2013

Renungan Harian: Selasa, 21 Mei 2013

Renungan Harian: Selasa, 21 Mei 2013

Sir 2:1-11; Mrk 9:30-37

 

Menjadi Pelayan

 

Para murid sering tidak memahami pribadi Yesus dan ajaran-Nya. Ketika Yesus menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya, mereka tidak memahami apa maksud semuanya itu. Lebih parahnya lagi, mereka tidak berani bertanya kepada Yesus. Para murid sulit memahami nubuat Yesus karena hati mereka dipenuhi dengan ambisi dan egoisme diri. Betapa besarnya ambisi para murid untuk lebih menonjolkan diri dari yang lainnya. Mereka bertengkar mengenai siapa yang paling besar di antara mereka. Tanggapan Yesus langsung dan sederhana; kalau mau menjadi yang terbesar, maka harus berani menjadi pelayan/hamba. Menjadi hamba berarti siap mencuci kaki orang lain (ingat peristiwa pembasuhan kaki murid-murid oleh Yesus pada perjamuan malam terakhir).

Dalam Mengikuti Yesus, sering kali hati dan pikiran kita dipenuhi dengan agenda dan motivasi pribadi kita. Karena itu, apa yang diajarkan Yesus sulit untuk masuk dalam hati dan pikiran kita. Kita diajak untuk merenungkan dan merefleksikan kemuridan kita. Kita ikut Yesus kenapa dan untuk apa? Untuk mencari popularitas? Mencari jabatan supaya dihormati? Beranikah kita menjadi pelayan bagi orang lain? (Dom)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar